"Siang, Tante."
Seorang wanita berdiri di depan pintu rumah dengan anak perempuan yang menatap Senja heran. Kedatangannya sungguh tak diharapkan. Senja tergagap membukakan pintu. Antara ingin dan tidak ia menyambut tamu rumahnya. Pasalnya ia yakin setelah ini akan muncul masalah lain.
"Ini ada buah-buahan untuk Sansan, Tante. Bagaimana keadaannya sekarang? Beberapa hari Sansan tidak sekolah, teman-temannya menanyakan kabar Sansan."
"Sansan ... membaik. Terima kasih sudah menjenguk. Tapi ..., bagaimana Nak Lintang tahu tentang Sansan?" Senja menerima bingkisan yang dibawa Lintang.
Dengan cemas ia memastikan supaya keberadaan Lintang tidak diketahui menantunya.
"Ah, iya. Saya lupa bilang. Di kindergarten-nya Sansan, saya mengajar. Saya tahu kabar Sansan sakit dari Samesta. Ternyata