Fajar menyingsing hangat dan terang. Meskipun di luar masih tersisa embun yang membeku, namun itu tidak menyurutkan semangat seorang Lucas yang sedang joging mengelilingi kolam air pancur taman utama yang luas. Pemuda itu masih setia dengan sepasang headset di telinga, memutar lagu berjudul Bohemian Rhapsody memanglah pilihan yang tepat untuk memacu semangat pagi. Ini adalah putaran terakhir. Meski hanya melakukan 30 putaran, namun napasnya sudah memburu, menghela pendek-pendek dan keringat yang membanjiri tubuh. Ini sangat aneh.
Ah iya. Lucas Seviech Muzael. Seorang werewolf ras murni yang memiliki kekuatan langka dalam jangka waktu 5000 tahun lamanya. Tidak hanya Lucas. Logan dan Alexa pun memiliki keistimewaan yang serupa, karena mereka terlahir dari rahim seorang Wolf Queen dan Alpha dari pack terkuat, Diamond Moon Pack, atau lebih terkenal dengan sebutan Empire Of Pack, wilayah kekuasaan Diamond Moon Pack hampir 3/4 dari seluruh bumi, semua pack tunduk padanya, apalagi saat sang ALpha diketahui memiliki mate seorang Queen yang diberkati oleh moon godes. Ketiganya terlahir sebagai werewolf paling cemerlang sepanjang sejarah, tidak hanya memiliki paras rupawan, namun mereka juga dikenal sebagai wolf tirani dan juga cerdas. Kedua netra mereka yang berwarna biru, melambangkan kesucian dan juga ke agungan khas keluarga Diamond Moon. Dan jangan ragukan kekuatan sihir yang melebihi dari penyihir murni.
Lucas menyambar handuk kecil diatas gazebo yang sudah dipersiapkan oleh maid mansion, tidak hanya handuk kecil, bahkan di dalam tatakan ada sepotong sandwich telur dan juga sebotol s**u. Sarapan paginya memang membosankan, tapi bagaimana lagi? Perannya sebagai seorang model mengharuskan ia menjaga bentuk tubuh agar tetap ideal. Berbeda dengan kakak kembarnya Logan. Daripada repot-repot olahraga di pagi buta, lebih baik tidur hingga hari berikutnya, toh tubuhnya tidak akan menjadi jelek, ia tidak akan mendapati perutnya menjadi buncit, atau badan yang sekal. C'mon dude! Werewolf itu bukan manusia! Sekali berganti shift saja bagaikan joging selama seminggu. Itu hanya shift, belum lagi jika sedang mengasah kemampuan berlari. Manusia tidak boleh membayangkannya.
Kali ini ia teringat sesuatu. Bukankah tadi malam Alexa baru saja tiba di mansion? Lucas melirik ke arah taman bunga pribadi milik ibunda mereka. Seluruh bunga mekar, bahkan sebelum waktunya mereka bermekaran. Di wajah datar nan dingin milik Lucas terpatri sebuah senyum lebar hingga kedua matanya menyipit. Lucas bergegas untuk masuk ke dalam mansion, meninggalkan sepotong sandwich yang kini hanya tersisa separuh.
"Lordling, makanan anda masih tersisa," entah siapa yang memanggilnya dengan suara rendah dan kecil yang sepertinya hanya Lucas yang dapat mendengarnya.
"Buang saja," ujarnya. Lucas berjalan dengan langkah santai, keringatnya masih menetes dari ujung rambut, membuatnya terlihat sangat menawan sekaligus menggoda. Beberapa maid yang melihatnya bersemu merah di pipi, membayangkan jika saja Lucas dapat memberikan cintanya pada salah satu dari mereka. God! Itu mustahil.
"Hi dude," Logan mengangkat tangannya, menyapa adik kembarnya yang sama sekali acuh, Lucas lebih tertarik dengan saudari-nya Alexa yang sedang asik memakan daging rusa dengan satu kaki ditekuk bertengger di kursi.
"Lady please, table manners," ujar Logan. Pemuda dengan rambut sewarna tembaga itu menatap Alexa dengan pandangan mengerikan. Bagaimana bisa seorang putri emperor memiliki attitude tidak sopan saat sarapan padahal Alexa sudah menghapal seratus buku pelajaran bangsawan selama ia masih tinggal di kastil.
"Hey sist! Long time no see," Lucas berbicara seolah-olah ia adalah orang yang akan mendapatkan kalimat sapaan yang manis dari Alexa yang selalu sarkastik. Logan berdecih melihat adiknya menjadi seorang penjilat. Logan mengusap bibirnya dengan serbet lalu menyerahkan sebuah kunci mobil pada Alexa.
"What?" Alexa beralih setelah menatap Lucas dengan pandangan yang selalu sama --datar. Lucas mendengus sebal kemudian ia duduk di sebelah Alexa, mengambil puding dan melahapnya hingga tandas.
"Your car. Aku tidak bisa mengantar mu atau menjemput mu. Hari ini aku akan praktek di cabang perusahaan ayah. Belajar bersama Tirex," ujarnya. Dari nada bicaranya, itu sudah dapat dipastikan bahwa Logan tidak menyukai pekerjaan sebagai petinnggi perusahaan. Meskipun ia tidak menggantikan ayahnya atau tidak menjadi anak waris itu tidak akan menjadikannya melarat. Buktinya, Logan memiliki sebuah chanel youtube dengan subscriber sekitar seratus juta meskipun kontennya hanya berisi tentang aktivitas sehari-sahari seputar apa yang ia lakukan dari bangun tidur hingga mau tidur. Dan menjadi vlogger sama sekali tidak menguras tenaga maupun otak.
"Baiklah aku akan pergi sekarang. AKu tidak ingin reputasi ku buruk karena terlambat masuk mata kuliah pertamaku hanya karena aku ini mahasiswa baru yang masih bisa mendapat toleransi," jelasnya. Logan mengangguk. "Take care of yourself. Hide your smell." balas logan. Alexa hanya mengangguk singkat.
Setelah bangkit, ALexa segera menyampirkan ransel di pundak, rambutnya yang panjang ia ikat menjadi satu, membuat aura kecantikannya meningkat di mata para pria maupun wanita. Meskipun dirinya merasa sangat risih, namun apa boleh buat? Ia terlahir dengan sempurna.
Alexa mengambil kunci mobil namun ia kalas cepat dengan Lucas, dan kini ia harus bermain terlebih dahulu agar mendapatkan kunci itu kembali.
Lucas menyeringai saat ia berhasil mengambil kunci mobil Alexa, membuat gadis itu menggeram."Kembalikan bodoh!". Alexa menatap Lucas datar sambil berjalan mendekat kearah nya.Lelaki yang memiliki tinggi sekitar 180 cm itu berlari menjauh, kepalanya menoleh kebelakang kearah Alexa yang tersenyum evil, tanpa memperhatikan langkah nya hingga akhirnya Lucas menabrak Logan yang sedang berdiri tak jauh darinya hingga Lucas tak sengaja menindih tubuh Logan.
'Dukk'
"Aww!". Lexa terkekeh, mengangkat tangannya ke udara lalu,
'Zuppp.' Sedetik kemudian kunci mobil itu sudah ada di genggamannya.
"Menyingkirlah dari tubuhku Lucas". Logan mendorong kembarannya yang kini menindihnya.
"Hey! Awas kau!". Teriak Lucas pada Alexa, sedangkan gadis itu hanya mengacungkan jari tengahnya.
Alexa memacu Porsche miliknya dengan santai membelah jalanan yang sangat padat menuju Oxford, Ow s**t! Ini sudah hampir jam setengah sembilan pagi, dan ia pasti akan telat jam pertama mata kuliahnya. Alexa memarkirkan mobilnya di antara deretan mobil mewah lainnya, ia memandang sekilas universitas yang 'katanya' terbaik di dunia itu, lalu berjalan santai melewati lorong panjang yang terkesan misterius dan tua.
Alexa merogoh ponselnya dari dalam saku tas kemudian membuka email dari salah satu orang yang bertanggung jawab atas segala kebutuhan Alexa selama berada di Oxford yaitu Cole.
"1475". Gumam nya, lalu dengan teliti ia menyusiri setiap nomer loker yang berjajar dengan rapi.
"Ah kau disini". Alexa membuka loker-nya setelah memasukan beberapa digit sandi yang barusan Cole kirimkan via email.
'Trangg'.
"Hei!". Alexa memegangi pelipisnya yang agak sakit saat pintu loker sebelehnya menampar keras kening mulusnya.
"Upps, maafkan aku murid baru". ALexa menggelengkan kepalanya dan menarik napas sedalam-dalamya. Baiklah, sabar Alexa, batinnya. Alexa hanya menatap datar gadis yang tingginya hanya sebatas dagu Alexa, ah iya tinggi Alexa sekitar 175 cm.
Lalu ia berjalan menyusuri lorong lorong yang membuatnya pusing, dimana letak kelasnya! Ugh, lihatlah bahkan banyak pertigaan disini.Oh dad! You try to kill me, batin Alexa menjerit merutuki ayahnya.
'Dimana kelasku? Oh damn!'.
'Carilah bodoh!'. Alexa memutar bola mata malas saat Hara serigala dalam tubuhnya membentaknya.
'Aku sudah mencobanya s****n! Kau tidak lihat huh?! Universitas ini begitu luas'.
'Tunggu! Aku mencium aroma mate disini'.
'Jangan berkhayal Hara!'
'Diamlah! Dia berada di belakangmu'. Benar saja wangi musk dan mint membelai indra penciuman Alexa, membuat gadis itu terlena akibat aroma memabukan yang bersumber dari belakangnya. Alexa menbalikan tubuhnya, mata biru nya langsung bertabrakan dengan manik hijau zambrud milik lelaki tampan dan tinggi di hadapannya.
's**t! Dia Demon!'. Umpat hara. 'Lantas?'.'Alexa bertanya. Ia sungguh terpana dengan lelaki di hadapannya ini
'Dia raja Demon, keturunan Asmodeus si iblis pemuas nafsu dan terlahir sempurna dengan wajah bak malaikat'.
'Lucifer maksudmu?'
'Great kamu benar! untuk waktu lumayan lama dia tidak akan menyadari bahwa kita adalah Werewolf, dia hanya mengira bahwa kau adalah manusia, mate-nya.'
'Bagaimana jika dia tahu Hara?' Alexa bergetar. 'Bersiaplah untuk mati,'
'Bukankah kita ratu?,' ujarnya. Demon penguasa neraka bodoh!'
"Apa kau murid baru nona?". Suara merdu itu membuat Hara dan Alexa tersadar dari percakapan ambigu mereka. Alexa mengangguk.
"Boleh ku bantu?" Tanya nya lagi, Alexa mengangguk lalu menunjukan sesuatu di layar iphonenya. Lelaki itu tersenyum manis,
"Ayo ikut aku". Menggenggam tangan Alexa dengan lancang, para gadis yang melihatnya berteriak histeris, sang pangeran tampan yang terkenal dingin menggandeng seorang gadis cantik yang merupakan murid baru. Alexa menyentakkan tangannya sehingga terlepas dari genggaman hangat lelaki itu."Aku mengekorimu". Ucap Alexa datar, membuat pria itu menaikan alis kanannya, selama ini tidak ada yang pernah menolaknya, namun benar benar berbeda dengan gadis kelewat cantik satu ini, dan sialnya adalah mate nya!
"Uhmm baiklah, namaku Asher".
"Alexa,"