Rasanya Michelle seperti dibodohi. Baru saja ia berekspetasi tinggi setelah mendengar langsung dari mulut ibunya bahwa dia akan menemaninya pergi ke New York. Namun nyatanya yang terjadi siang ini tidak seperti itu. Membuat Michelle lesu sepanjang menyeret koper besarnya menuju peron pesawat.
“Mom ... kemarin kau bilang mau ikut bersamaku.” Michelle merengek saat langkah mereka sudah tiba di penghujung batas area pengantar penumpang pesawat. “Tapi kenapa hanya aku yang membawa koper?”
Sebagai jawaban Sarah memberi senyum teduh seraya membelai rambut putrinya, berharap itu dapat sedikit menenangkannya. Sedari awal ia sudah menduga Michelle akan bereaksi begini. Sarah hafal betul bagaimana putrinya. Di mulut saja dia sok berani ngotot ingin pergi ke New York seorang diri meskipun ibunya m