“Kanan ... kanan ... ah, ke kiri sedikit. Oke, sempurna.”
Seulas senyum puas yang berpadu dengan rasa haru rindu terukir di bibir Winter, kala memandang sebuah lukisan besar bergambar sosok wanita yang wajahnya tidak pernah terlupakan dalam ingatannya. Lukisan itu sudah ia pesan sejak beberapa bulan lalu. Tapi baru tiba sabtu pagi ini karena proses pengerjaannya yang lumayan memakan waktu. Selain karena permintaan ukuran yang cukup besar, detailnya juga sangat rumit dan apik dengan gaya realisme ala lukisan Yunani kuno.
Sengaja Winter memajangnya tepat di atas perapian yang ada di ruang keluarga rumahnya. Selain untuk memberi kesan estetik lantaran lukisan cantik nan elegan itu berpadu dengan cahaya kuning redup ruangan serta wallpaper bernuansa klasik, itu juga untuk memberinya kesan ha