Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, sudah enam bulan aku ber sekolah disini, begitu banyak pengalaman, kesan dan pesan yang terekam dimemori ingatan. Hari ini kepala jurusan menugaskan kami untuk mencari brosur hotel. Aku dan teman temanku mencari hotel terdekat dulu dari sekolah. Hotel terdekat adalah hotel Mercure yang terletak di Jalan Ahmad Ayani 2, sesampainya disana kami disambut dengan sangat ramah, kami diberikan brosur satu persatu, setelah itu lanjut lagi ke hotel lain. Teman teman mengajakku untuk mencari brosur lagi di Hotel jalan Supadio tapi aku tidak bisa karena terlalu jauh. Akupun izin pamit pulang meminta jemput sepupuku di hotel Santika.
Libur panjang telah tiba, hati begitu mengebu gebu ingin segera pulang ke kampung, dari sekolah aku memang sudah membawa sedikit baju dan tidak membawa alat tulis satupun karena aku tau hari ini hari terakhir sekolah, setelah pengumuman selesai diumumkan akupun meminta jemput sepupuku dan langsung memintanya mengantar ke terminal angkutan umum. Tidak lupa sebelum ke sekolah tadi aku sudah pamitan pada tante Ida terlebih dahulu. Aku menaiki oplet jurusan Siantan, setelah sampai aku menaiki oplet lagi jurusan Jungkat, sebelum sampai di Jungkat aku meminta diturunkan di terminal Batu Layang untuk selanjutnya menaiki bus jurusan Singkawang. Bus melaju dengan kekuatan sedang, aku duduk didekat pintu agar dapat melihat pemandangan di luar. Baru kali ini aku bepergian sendiri dengan sebelumnya sudah diajarkan oleh ibu, walaupun sebenarnya aku ada sedikit ragu bepergian sendiri, tapi keadaan memaksaku untuk itu. Sesampainya aku di Pinyuh aku dijemput oleh adikku Agun menggunakan sepeda motor baru yang dibeli ayahku second. Rasa senang bercampur haru dihatiku akhirnya bertemu dengan orangtua dan saudara, rasanya enam bulan waktu yang begitu lama. Tetangga yang melihat kepulanganku ikut senang, ada yang bilang banyak perubahan padaku, aku terlihat berisi yang awalnya dulu 42kg sekarang 48kg, dulu kulitku hitam karena pergi pulang sekolah dengan berjalan kaki, sekarang alhamdulillah kulit hitamku sudah hilang hehehe.
Ketika kita hidup bertetangga ada saja nyinyiran yang selalu datang, aku dari keluarga miskin memang mudah sekali dicemoohkan oleh mereka, direndahkan dan difitnah. Begitu banyak cobaan ketika kami hidup di kampung ini, tidak ada sanak saudara disini, semuanya orang lain. Tidak ada tempat mengadu, terkadang ibu hanya bisa menahan amanah yang bisa saja keluar kapanpun. Tapi demi anak anak ibu hanya bisa diam, sabar mengalah pada mereka. Ketika mendengar aku di sekolahkan di kota banyak sekali perkataan tetangga yang bisa saja buat hati ibu down, tapi dengan ketegaran hati, ibu menganggap semua perkataan mereka seperti angin berlalu.
"In, jagalah dirimu baik baik disana. Buktikan pada mereka kalau itu tidak benar."ucap ibu. Kami lagi bersantai di teras rumah menunggu kepulangan ayah.
"Baik bu, doakan Indah"ucapku yang langsung memeluk ibu.
"Motor itu Ayah belikan untukmu supaya kamu lebih mudah pergi sekolah nggak telat lagi"ucap ibu.
Tidak terasa air mata ini mengalir, begitu sayangnya orang tuaku kepadaku. Aku sering curhat pada ibu bahwa aku sering telat karena sepupuku Saiful suka bangun kesiangan. Saiful itu anak ketiga dari tente Ida. Dia begitu lambat dalam segala hal, aku pernah menangis dalam diam karena sering terlambat sekolah. Aku juga pernah dijemput jam setengah enam sore pulang sekolah, padahal pulang sekolah jam dua siang. Waktu itu aku begitu takut menunggu di pos satpam dan tidak ada siapapun disana hanya aku sendiri, dengan gusar aku menunggu sepupuku menjemput. Sampai tidak terasa air mata ini menetes karena takut. Tapi alhamdulillah akhirnya aku punya motor sendiri.
"Terima kasih bu"ucapku langsung memeluk ibu.
"Nanti kalau ayah pulang jangan lupa berteima kasih pada ayah ya" ucap ibu yang langsung beranjak membuat bumbu karena mungkin sebentar lagi ayah datang.
Alhamdulillah ayah dan ibu membuka usaha Udang Kare hidup, dibeli dari nelayan dan langsung dikirim ke Bandara setelah terkumpul cukup banyak dan juga ibu bilang jika musim renjong nanti ayah ingin buka usaha baru lagi. Aku sangat senang mendengarnya, alhamdulillah dengan ini ekonomi orangtuaku makin membaik. Ada rencana ayah akan membeli tanah di gg sebelah. "alhamdulillah" batinku.
Tidak lama kemudian ayah pun datang seperti biasa membawa ikan. Ayah hanya tersenyum melihat kepulanganku. Sosok ayah yang diam sebenarnya juga peduli dan bertanggung jawab.
"Ayah, terima kasih motornya."ucapku yang langsung memeluk ayah yang masih menggunakan pakaian kerja.
"Iya, Ingat! Belajar yang rajin"ucap ayah yang mengacak rambutku sayang.
"Ok" jawabku sambil melepaskan pelukan.
Begitu bahagia berkumpul disini bersama orang tua dan saudara. Aku membokar baju yang aku bawa dari Pontianak pemberian kak Nia, bajunya sangat branded dan mahal mahal, kak Nia selalu memberikan baju kepadaku setiap kali merapikan baju di lemari di kamar yang aku tempati di rumah tante, walaupun kak Nia tidak tinggal di rumah tante bajunya masih banyak di rumah. Aku selalu merapikan jika berantakan setiap kali kak Nia datang sepulang dari rumah tante aku segera merapikan lagi. Aku sangat senang diberikan baju yang masih dibilang baru, niatanku baju pemberian kak Nia untukku pakai nanti Lebaran Idul Fitri jadi mengurangi beban ibu jika lebaran nanti. Ibupun menyusun baju itu di rak bajuku.
Waktupin berlalu begitu cepat,momen yang sangat ditunggu tunggu dan sangat singkat pula terasa, ada rasa tidak ingin berpisah lagi, tapi keadaan memaksa. Dua minggu saja waktu liburku dan akhirnya aku kembali lagi k Pontianak menggunakan motor baruku. Dengan bismillah aku lajukan motor ini dan alhamdulillah sampai juga di rumah tante Ida. Semua orang menyambut kedatanganku dengan senang, mereka bertanya tanya itu motor siapa, akupun bercerita. Tidak lupa aku memberi kabar pada orang tuaku bahwa aku sudah sampai dengan selamat.
Keesokan harinya, hari yang ditunggu tunggu hari pertama sekolah. Seperti biasa hari pertama sekolah kami mencatat jadwal pelajaran baru untuk semester dua. Untuk pelajaran di Jurusan Perhotelan. Praktek kerja kami langsung turun langsung di Hotel Training, membersihkan area area hotel, ada juga Laundry dan membersihkan area kamar, membersihkan area kamar juga kami mempelajari cara memasang sprei ala Hotel dengan teknik tersendiri. Dengan bergilir kami mencoba ngebed, awal belajar begitu sangat susah tapi setelah selalu dilatih alhamdulillah aku akhirnya bisa. Begitu kegiatanku di sekolah. Tidak hanya perhotelan di sekolah juga mempelajari pelajaran pelajaran seperti sekolah lain yaa. Hehehe
Malampun tiba, saatnya aku membaringkan tubuh yang sangat lelah ini di kasur milik kk Nia yang empuk. Setelah banyak aktivitasku lakukan, setelah pulang sekolah tadi aku langsung membereskan rumah dan makan, ku luangkan waktu untuk tidur siang sebentar. Setelah bangun lanjut mencuci baju sekolah untukku pakai senin besok. Besok hari minggu tente mengajakku ke rumah kak Nia. Tidak terasa matapun terpejam......
Aku tersadar dari tidurku sambil menangis.....