Pagi hari amanda menjalani rutinitas seperti biasa yaitu membereskan rumah, memasak dan kemaudian masuk kuliah. Amanda tinggal sendiri di jakarta, karena kedua orang tua nya telah berpisah sejak dia masih SMA, ayah amanda meninggal dunia saat amanda lulus SMA sedangkan ibunya juga sudah memiliki keluarganya sendiri. Amanda tidak ingin merepotkan ibunya maka itu amanda memilih untuk tinggal sendiri di jakarta, amanda juga juga berkerja sampingan untuk memenuhi kebutuhannya.
Amanda sudah selesai dengan rutinitas dirumah sekarang waktunya untuk berangkat kuliah, amanda sudah tiba didepan kampus nya.
" amanda gimana kabar lu" tanya Aurel sahabat amanda.
"Sehat jasmani dan rohani hahah" kata Amanda dengan tetap ketawa.
"btwe gue punya kabar terhot banget" kata Aurel dengan wajah bahagia.
"alah lebay lu, paling juga kabar ngga berfaedah" kata Amanda dengan wajar cuek.
"lu emang gitu, eh gue denger denger ya ada dosen baru di kampus kita dan dosennya tuh gantengnya di atas rata rata, gue denger juga hari ini dia juga ngajar dikelas kita" kata Aurel yang terus saja bercerita panjang kali lebar.
"bodoamad gue ngga tertarik bahas tuh dosen" kata Amanda dengan wajar datarnya.
" awas lu ntar naksir sama tuh dosen " kata Aurel.
"udah yuk masuk kelas bentar lagi udah mau masuk" kata Amanda dengan wajah malas menganggapi ocehan sahabatnya itu.
"bilang aja lu ngga sabar liat tuh dosen" kata Aurel yang masih tetap menggoda amanda.
"hmmm seterah lu" kata Amanda.
Ditempat yang sama Alvin Digantara sudah sampai di kampus, banyak mahasiswi melihat alvin dengan tatapan kagum karena kegantengan alvin yang di atas rata rata, alvin berjalan menuju ruangannya dengan wajahnya yang datar, alvin adalah sosok yang tegas, dingin dan cuek, alvin juga seorang CEO yang banyak disegani di kalangan bisnis nya.
Amanda dan Aurel sudah sampai di kelasnya, amanda memilih untuk memainkan hp nya sedangkan aurel masih saja berbicara mengenai dosen baru, tak lama kemudian pintu kelas terbuka dan menampilkan alvin dengan wajah yang masih datar tapi terlihat elegan dan tetap ganteng.
"gilak gaes benerkan tebakan gue ganteng nya di atas rata rata, jadi betah gue di kelas ngeliatin tuh dosen" kata Aurel yang terus senyum melihat dosen barunya.
Sedangkan amanda tetap cuek, sekilas amanda melihat alvin dalam hati amanda dia agak kagum tapi hanya sebentar karena bagi amanda dia masih menunggu seseorang selama 10 tahun, walau amanda juga tau dia tidak mungkin untuk memiliki orang yang dia cintai.
" Selamat pagi, perkenalkan nama saya Alvin Dirgantara, usia saya 30 tahun, saya disini menggantikan dosen lama kalian dan saya harap kalian bisa diajak bekerja sama dengan baik" kata Alvin dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.j
" saya ingin kalian memperkenalkan diri kalian dimulai dari yang paling depan" kata Alvin.
Amanda sudah sangat bosen dengan kelasnya yang terus saja kagum dengan dosen barunya itu, sekarang giliran amanda untuk memperkenalkan diri.
" nama saya Amanda lorenza" kata amanda dengan wajarnya yang datar dan cuek.
Ketika amanda memperkenalkan diri alvin tertegun melihat kecantikan amanda dan sikap cuek nya terhadap alvin, pada hal alvin banyak sekali di idolakan oleh banyak orang, alvin melihat amanda dengan berbeda. Waktu berjalan dengan cepat saat saat yang di nantikan mahasiswa yaitu istirahat, para mahasiswa merasa jika alvin sangat tegas membuat mahasiswa takut dan malas mengikuti pelajaran alvin.
" oke sekian untuk hari saya mau pertemuan berikutnya tugas yang saya berikan sudah selesai dan saya tidak suka dengan orang yang terlambat" kata alvin dengan wajar yang tegas.
"huu gue sampe ngga bisa napas njir diajar tuh dosen untung ganteng" kata Aurel dengan wajar yang jengkel.
"apa gue bilang ganteng itu ngga menjamin udah yuk ke perpus gue mau cari buku" ajak Amanda.
"lu duluan aja gue laper mau makan dulu atau lu mau makan dulu di kantin" tanya Aurel.
"ngga ah gue masih kenyang, yaudah gue tunggu di perpus" kata Amanda.
Di tempat lain alvin masih saja terpikir oleh mahasiswi nya, siapa lagi kalau bukan amanda.Alvin merasa tertarik dengan amanda tetapi alvin bisa menutupi nya dengan wajar nya yang cuek dan dingin.Alvin menuju keperpustakan untuk meminjam buku dan tidak sengaja melihat amanda yang sibuk membaca.
" cantik " satu kata Alvin yang tertuju untuk amanda.
Sedangkan amanda masih sibuk membaca tanpa mehiraukan keadaan sekitar, seketika amanda teringat dengan masalah hidupnya amanda melamun dan mengingat rasa sakit hatinya terhadap keluarganya, air mata amanda menetes tanpa ia sadar, alvin masih melihat amanda, alvin ingin tau apa yang di pikirkan gadis itu sampai membuatnya meneteskan air mata.
" gue kuat, gue bisa menghadapi ini semua semangat amanda lu bisa" kata Amanda yang menyemangati dirinya sendiri.
Alvin tersenyum melihat ketegaran amanda dia merasa semakin penasar dengan mahasiswi nya itu. Alvin memilih untuk pergi dari perpustakan karena memiliki tugas yang lain.
"sory ya gue lama, lu masih mau di sini atau balik, tadi adit bilang bu devi ngga masuk" kata Aurel.
"gue mau balik aja gue masih ada tanggungan "kata amanda.
"yaudah yuk pulang gue juga mau ngemall, atau lu mau ngemall bareng" tanya Aurel.
"ngga ah gue mau buat kue lagi banyak orderan" kata amanda.
"emmm gue ikut lu aja ya, siapa tau gue berguna buat lu yakan hehe" tanya Aurel yang tersenyum memohon.
"iya berguna buat ngerusuhin gue, udah hafal gue sama jalan pikiran lu" kata Amanda yang malas karena sudah dapat dipastikan sahabatnya akan membuat onar dirumahnya.