Bab 14: # Aku tidak sedih saat kau berbohong padaku aku hanya sedih karna mulai sekarang aku tak lagi mempercayaimu — Takdir Tuhan — dedenurhalimah 12 · Aksara
# Aku tidak sedih saat kau berbohong padaku aku hanya sedih karna mulai sekarang aku tak lagi mempercayaimu
Sang mentari telah muncul dari ufuk timur. Memancar kan sinar indah nya memberikan embun di dedaunan. Menyinari setiap orang yang melakukan aktifitas nya.
Secara perlahan sinar mentari itu masuk ke dalam ruangan yang berbau alkohol. Membangunkan Joong ki dari tidur nya. Yang masih memegang pergelangan mungil istri nya. Ya joong ki memang berada di rumah sakit. Sejak tadi malam ia sudah berada disana. Iya dengan setia nya memegangi tangan mungil itu.
Ia mengerjapkan mata elang nya. Membiaskan cahaya yang masuk ke kornea mata nya. Ia mengelus lengan mungil itu berharap istri nya akan bangun. Entah sudah berapa hari lama nya ia tidak menjenguk istri nya di sini. Ahh karna pemikiran nya selalu tertuju pada gadis lugu itu.
Ia bangkit dari duduk nya dan mendarat kan sebuah ciuman di kening istri nya. Sebelum akhir nya ia berlalu pergi dari ruangan itu. melangkah kan kaki panjang nya ke area parkiran.
Hanya butuh waktu satu jam untuk menempuh jarak antara rumah sakit dan mension nya itu. Ia memarkirkan rapih mobil nya di halaman mension nya. Sebelum akhir nya ia keluar dari mobil dan melangkah kan kaki jenjang nya ke dalam rumah.
Seorang pelayan tengah membersihkan ruang tamu. Ia membungkukan badan nya memberi hormat saat melihat kedatangan tuan nya itu. Sedangkan joong ki diam dengan muka datar nya tanpa exspresi sama sekali. Ia menghentikan langkah kaki nya tepat di depan pelayan itu.
" Dimana dia?? ". joongki bertanya dengan nada datarnya.
" non kyo sedang menyiapkan makanan untuk putri nya, non Yezi dan jing yao " tutur pelayan itu.
" siapa yang menyuruh nya bekerja di dapur " bentak joong ki pada pelayan itu.
" maaf tuan tapi tidak ada yang menyuruh non kyo, itu keinginan nya sendiri " ujar pelayan itu menjelaskan.
Seketika mata elang milik joong ki memancarkan kilatan merah. Seperti nya ia marah. Apa ?? Kenapa coba ??.
Pranggg...
Tangan kekar itu terangkat untuk melemparkan sebuah mainan yang terpajang rapih di atas meja. Melempar nya ke sembarang arah. Yang membuat bunyi nyaring hingga terdengar ke dapar.
Kyo yang mendengar suara ribut itu pun langsung berjalan cepat ke arah ruang tamu. Hingga tak sengaja kaki mungil nya itu menginjak serpihan mainan yang di banting tadi. Awal nya memang tidak mengeluarkan darah hanya rasa nyeri yang menyerang kaki nya. Namun ia abaikan rasa nyeri itu. Dan menatap joongki yang seperti nya tengah marah. Entah apa yang membuat nya marah ia pun tak tau.
" apa yang kau lakukan ?? " seru kyo bertanya pada lelaki b******k itu. Ahh ralat maksud nya suami nya itu.
" apa yang kau lakukan hah ?? " bukan nya menjawab joong ki malah bertanya balik pada kyo. Yang membuat kyo malah bingung.
" maksud mu apa aku tak mengerti " ujar kyo memang benar ada nya tak paham. Ia memberi pertanyaan malah pertanyaan pula yang ia dapat kan.
Sedangkan pelayan tadi langsung membersih kan serpihan mainan yang tuan nya lempar. Tidak sengaja ia melihat darah yang mengeucur dari telapak kaki mungil kyo. Ahh kenapa gadis ini tak merasa sakit saat darah keluar dari kaki nya sendiri,, pikir pelayan itu.
" maaf non kaki non ber... " ujar pelayan itu memberi tahu. Namun dengan cepat kyo memberi kode melalui tangan nya. Dengan mata yang tak lepas menatap mata elang itu yang tengah menatap nya juga.
Kilatan kemarahan terlihat jelas dari manik mata elang nya itu.
" Biarkan saja bi, lebih baik kau lanjut bekerja saja " ujar kyo pada pelayan itu dengan mata nya yang masih menatap mata elang itu.
"apa yang terjadi? " tanya kyo dengan lembut mungkin agar joong ki tidak terpancing emosi karna ucapan nya itu.
" apa menurut mu di mension ini tidak ada pelayan hah sampe sampe harus kau yang menyiapkan makanan " ujar joong ki datar masih dengan kilatan kemarahan.
" apa menurut mu aku tidak harus menyiapkan makanan karna sudah ada pelayan yang kau gajih " tutur kyo lembut." tidak aku tidak seperti itu " lanjut kyo kemudian tersenyum.
Ahh benar benar terbuat dari apa hati kyo. Bahkan di saat joong ki tengah marah kyo masih bisa tersenyum. Semenjak joong ki mengenal kyo ia selalu melihat kyo tersenyum di saat hati nya tak baik baik saja.
" untuk apa aku menggajih mereka jika kau harus ikut bekerja " ujar joong ki dingin.
" aku tidak ikut bekerja aku hanya membantu nya " tutur kyo masih dengan nada yang sama berusaha mengontrol nada bicara nya.
" sama saja " ujar joong ki.
Yezi dan jing yao yang mendengarkan paman nya dan aunty nya bertengkar pun menghampiri mereka. Namun pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah darah yang mengalir deras di kaki mungil kyo. Ahh ..apa dia tidak merasa sakit.
" aunty kaki mu " ujar yezi.
Joong ki yang mendengarkan penuturan yezi langsung melihat ke arah bawah tepat nya di kaki kyo. Darah, itu lah pemandangan yang pertama kali ia lihat. Namun ia tak menghirau kan nya. Ia kembali menatap kyo nyalang.
" paman apa kau tidak kasihan terhadap aunty? " tanya yezi." lihat lah dia mengelurkan banyak darah " lanjut yezi sembari menunjuk ke arah kaki kyo.
" aku tak apa lebih baik kalian berangkat sekolah lah " tutur kyo sembari tersenyum lembut. Kemudian memegang tangan yezi yang berada tepat di samping nya. Sembari mengedipkan kedua mata nya bahwa ia tidak apa apa.
" jika paman tak mau mengobati nya biar aku saja " ujar jing yao angkat bicara. Kemudian melangkah kan kaki nya mendekat ke arah kyo dan mencoba memapah tubuh mungi kyo.
" bukan kah sudah ku katakan aku tak apa " tutur kyo." lebih baik kalian berangkat sekolah saja nanti kesiangan bukan kah ini pertama kali nya kalian masuk sekolah baru " lanjut kyo panjang lebar.
" eumm baik lah tapi beneran aunty tak apa " ujar yezi dengan nada khawatir nya.
Ia mengangguk mengiyakan ucapan yezi.
" ayo bang " seru yezi sembari menarik lengan abang nya itu.
Ahh dimana putri ku kenapa ia tidak kelihatan. Apa mungkin ia sedang bermain bersama pelayan . Bahkan baru pertama kali datang ke sini min jun memang langsung akrap dengan pelayan mension nya.. pikir kyo.
Kyo berjalan ke arah joong ki. Rasa nyeri di kaki nya tiba tiba datang. Yang langsung membuat tubuh mungil nya itu terhuyung ke lantai. Dengan reflek joong ki mensejajarkan tubuh tegap nya dengan tubuh mungil kyo. Membawa tubuh mungil itu dan meletakan nya di atas kursi.
Joong ki berjalan menjauh dari kyo. Membawa kotak p3k untuk mengobati luka kyo.
Meneteskan alkohol pada luka itu yang membuat kyo meringis menahan sakit.
" benar benar ceroboh " gerutu joong ki.
Pancaran mata itu tak terlihat menyeramkn lagi. Tergantikan dengan pancaran sayu milik nya. Bahkan nada bicara nya pun sedikit berubah.
" maafkan aku " tutur kyo. Yang mampu membuat joong ki mendongakan wajah nya.
Tepat bersamaan saat kyo menatap joong ki. Sehingga mata mereka saling pandang. Terekam jelas oleh manik mata masing masing. Ada sedikit yang berbeda dari mata itu. Seperti nya kyo pernah melihat mata indah itu. Tapi dimana bahkan ia lupa.
" apa masih sakit " ujar joong ki setelah selesai mengobati luka itu yang bahkan tak mengindahkan ucapan kyo sama sekali.
" tidak " singkat kyo.
Joong ki beranjak dari hadapan kyo. Melangkah kan kaki panjang nya ke arah almari untuk menaro kotak p3k itu.
" aku sudah menyiapkan makanan kesukaan mu berharap kau mau memakan masakan ku " tutur kyo. Yang seketika membuat langkah joong ki melamban.
" maafkan aku jika kau tidak suka aku membantu pelayan pelayan itu tapi aku hanya menjalan kan kewajiban ku sebagai seorang istri " lanjut kyo.
Ada sedikit rasa senang dalam hati joong ki. Yang membuat hati nya berangsur angsur meluluh karna setiap ucapan gadis nya itu. Ahh bahkan tanpa sadar joong ki tersenyum sekilas saat mendengar ucapan kyo.ralat maksud nya istri nya. Apa kah ia sudah mulai menyukai istri nya itu ?? Seperti istri nya menyukai nya ?? Upss.. sayang nya seperti nya belum.
Joong ki membalikan badan nya menghadap kyo. Menatap datar tubuh mungil itu yang masih terduduk di kursi. Mendekatkan tubuh nya pada tubuh kyo.
" jangan berharap lebih pada ku " bisik joong ki tepat di daun telinga kyo. Yang membuat sang empunya sedikit meremang mendengar nya. Bahkan ada sedikit rasa nyilu di hati nya. Namun segera ia tepis pemikiran seperti itu.
" bukan kah kau ingat kata kata ku " lanjut nya tepat di bibir kyo. Bahkan bibir tebal itu sempat menyentuh bibir tipis milik kyo namun hanya sekilas.
" iya aku ingat tapi tak jadi masalah bukan jika aku menjalan kan tugas ku sebagai seorang istri " tutur kyo masih dengan senyuman khas nya.
" makan lah aku tau kau belum makan " lanjut kyo lagi kemudian melangkahkan kaki nya itu menjauh dari joong ki dengan tertatih.
Kyo berjalan ke arah dapur untuk mencari min jun. Ia menghampiri min jun yang tengah bermain. Dan ikut bermain dengan nya. Tertawa dengan putri nya jauh lebih baik. Dari pada ia harus di dekat suami nya yang hanya membuat nya luka karna perkataan pedas nya.
SMA MAPEL SCHOOL itulah nama sekolah baru yezi. Ia berangkat dengan di antar oleh abang nya. Suasana sekolah terlihat agak sepi karna mungkin bel akan segera berbunyi. Yezi menyalami kaka nya kemudian mencium pipi kaka nya itu. Sebelum akhir nya berlari untuk mencari ruang kepala sekolah.
Jing yao menggelengkan kepala nya karna tingkah adik nya itu. Ia pun segera melangkah pergi untuk menuju kampus baru nya. Namun baru saja ia melangkah tiba tiba saja ada seorang gadis menabrak tubuh kekar nya itu.
Karna belum siap ia menahan berat badan yang menabrak nya. Alhasil ia terjatuh bersamaan dengan orang yang menabrak nya itu. Dengan posisi jing yao di bawah dan ahh gadis itu di atas tubuh kekar jing yao. Bahkan karna gerakan reflek itu. Bibir tipis sang gadis tidak sengaja menempel pada bibir jing yao. Mata mereka sama sama membulat seperti yang mau copot dari tempat nya.
Ahh Mungkin ia bersekolah di sini karna terlihat dari seragam yang ia kenakan sama persis seperti adik nya. Gadis itu berdiri kemudian membantu jing yao untuk berdiri.
" aku minta maaf aku benar benar tak sengaja " tutur gadis itu.
" tak apa ini hanya kecelakaan yang tak di ingin kan bukan " ujar jing yao.
" sekali lagi aku minta maaf ya " tutur gadis itu masih kekeh meminta maaf.
" kau terlalu berlebihan " seru jing yao. Yang sontak mendapat kekehan dari gadis itu.
" maaf aku tak bisa lama aku buru buru buru " ujar gadis itu lalu berlalu dari hadapan jing yao.
Jing yao hanya menggeleng sembari tersenyum. Pemikiran nya kembali menerawang kejadian tadi beberapa menit yang lalu. Ahh seperti nya ia jatuh cinta. Kenapa bisa ?? Detak jantung nya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Ahh apa iya benar benar jatuh cinta karna ciuman itu. Ahh sungguh gila.
..
ji hyun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah. Ia baru saja keluar bertemu dengan teman lama nya. Ahh jika berkata tentang itu seperti nya ji hyun sekarang lebih banyak menghabis kan waktu nya bersama kyro dan Dan yi. Semenjak pertemuan nya waktu itu seperti nya menjadi pertemuan pertemuan selanjut nya. Dari pada harus bersama suami nya yang datar itu. Ia pasti selalu tak bisa mengontrol diri untuk memaki lelaki tembok itu.
Namun seketika langkah ji hyun terhenti. kala melihat suami nya tengah berdiri di anak tangga terakhir dengan mata yang tak lepas memandang ji hyun dingin.
" dari mana saja kau ?? " tanya kyung so dengan suara dingin nya.
" bukan urusan mu ". ji hyun menjawab sembari melengos yang membuat kyung so memegang pergelangan tangan ji hyun.
" bukan kah aku sudah menyuruh mu untuk tidak bertemu dengan mereka " tutur kyung so menatap sinis ji hyun. Bukan nam ji hyun nama nya jika ia tidak membalas menatap sinis ke arah suami nya itu.
" apa urusan nya dengan mu ?? " seru nam ji bertanya dengan nada mengejek sembari mengibatkan tangan nya yang membuat pegangan tangan kyung so terlepas.
" kau istri ku "
ji hyun tertawa terbahak bahak mendengar penuturan suami nya yang menurut nya lucu itu.
" apa kau bermimpi " ujar nam ji datar." bukan kah aku hanya istri sandiwara mu saja bukan " lanjut nya. Yang di akhiri dengan kekehan mengejek.
" mulai besok kau tak boleh bertemu dengan mereka lagi " tutur kyung so tak terbantahkan. bahkan ia tak mengindahkan ucapan ji hyun.
" terus apa kah aku harus menonton diri mu b******u dengan kekasih mu setiap hari begitu kah maksud mu " tutur ji hyun dingin. Yang membuat kyung so mendelik mendengar penuturan istri nya itu.
" apa? mau marah hah? " lanjut nya bertanya sinis.
" kau.. " gantung kyung so." bahkan kau seperti w************n yang selalu jalan bersama lelaki lain padahal kau sudah mempunyai suami " lanjut kyung so dingin. Akhir nya kalimat itu keluar setelah lama ia menahan nya.
ji hyun yang mulai menjauh menghentikan langkah kaki nya. Kemudian membalikan badan nya kembali pada suami nya.
" bahkan kau bersikap kurang ajar pada suami mu sendiri " lanjut kyung so.
" kau.. " ujar ji hyun menggantung sembari menunjuk muka suami nya." arghhh.. " geram nam ji prustasi sembari mengacak rambut nya.
" belum puaskah kau membuat ku menderita? ahh bahkan kau tak tau betapa sakit nya melihat orang yang kita sayangi b******u dengan orang lain, itu menyakitkan asal kau tau itu " lanjut ji hyun dengan air mata yang mengalir di pipi chubby nya. Karna terlalu sakit untuk mengingat semua kelukaan itu. Luka yang ia pendam sendiri. Bahkan suami nya masih tega menganggap diri nya seperti w************n. Serendah itu kah diri nya dimata nya. Ahh terus apa kabar dengan mu yang selalu b******u dengan wanita lain. Padahal aku adalah istri mu.
" aku menyukai mu " lirih ji hyun.
" apa aku salah ?? Jika ia dimana letak kesalahan nya ?? " ujar ji hyun bertanya.
kyung so hanya diam tanpa kata.
" kau, bahkan kau laki laki brengsekkk yang pernah aku temui "
Kemudian ia melangkah pergi ke kamar. Membuka pintu kamar itu. Menutup nya dengan keras sehingga menimbulkan bunyi. Ia meluruhkan tubuh nya ke bawah. Menyusupkan kepala nya pada kedua lutut nya yang sengaja ia tekuk. Memegang lutut itu keras. Berharap rasa sakit nya segera hilang.
BY.NURBIE LATUSYARIEF96