Dilihatnya Riyan sudah selesai menjilati Boll Rifin, Riyan berdiri kemudian memegang kontolnya sendiri lalu dimasukkan kedalam a**s Rifin.
"Aaahhh ... aaahhh Yan, aahh ..." Rifin lagi-lagi mendesah-desah ke'enakan anusnya telah disumpel k****l.
Riyan lalu mengenjot maju mundur kontolnya kedalam a**s Rifin. Tanka baru tahu kalau ngentotin cowok bisa dilakukan. Selama ini Tanka hanya tau kalau anu-anuan itu cuma bisa kalo sama cewek aja.
Melihat perkentotan mereka entah kenapa Tanka birahinya terpancing, k****l yang ukurannya besar menyesuaikan postur tubuhnya yang besar dan tingginya 178 cm itupun lama-lama menegang membayangkan betapa enaknya gitu-gituan.
Gempuran k****l ke lubang a**s di perkentotan mereka sangat kencang dan kencang semakin mengugah birahi Tanka.
Plock! Plock! Plock! Plock!
Plock! Plock! Plock! Plock!
"Ahh ... ahhh enak yan, sodok terus yang kenceng yan, aahh ... aaah ... terus yan mentokin Yan ... aahh ... ahhhhh ... aaahhhh"
Tanka semakin gak tahan pelan-pelan turun dari gubuk tanpa mereka sadari. Setelah Tanka mendekati mereka, Riyan mencabut kontolnya dari lobang Rifin dan memberi tahu Rifin kalau ada orang lain.
"Kalian lagi pada ngapain sih" Tanya Tanka
"Aaam ..." Dua pemuda itu kelabakan ketika ditanyai.
"Gua ikutan ya?" Pinta Tanka.
"Hah?" Kedua pemuda itu kaget.
"Lo orang mana emang?" Tanya Rifin ngeliatin body Tanka dari ujung kaki sampai kepala.
"Ayok gua ikutan ya?" Tanka melangkah semakin mendekati mereka sambil ngeluarin kontolnya sendiri yang udah ngaceng.
"Tapi jangan bilang-bilang so'al ini ke siapa-siapa ya?" Kata Riyan
"Tenang, di jamin aman" jawab Tanka.
Rifin melihat k****l Tanka yang besar sudah tegang keras itupun senang, dia langsung melangkah mendekati Tanka diraihnya k****l Tanka dengan tangan, di elus kemudian dia sepong.
Riyan si Top-nya Rifin cuma diam ngeliatin Bottynya lagi asik ngulumin k****l orang, Riyan masih ngerasa takut kalo perkentotan ini sampai menyebar ke publik.
Lalu Tanka menarik tangan si Riyan dan berkata "Ayok lo sepongin juga k****l gua."
"Threesome? boleh juga" kata hati Riyan langsung setuju, jongkok disebelah rifin saling berebut k****l-nya Tanka ngulum bargantian.
Tanka keenakan kontolnya di kenyot-kenyot oleh mulut dua laki-laki itu, mereka begitu lihai memainkan kontolnya.
"Aahh ... teruss aahh ... Aahhh terusss iyaah begitu aahhh iyah ... terusss" Tanka mendesah sambil menggoyangkan pinggulnya dan juga menyodok-nyodokan kontolnya. Rifin mengulum kepala kontolnya sedangkan Riyan mengemut-ngemut buah dzakarnya, aahh ... double nikmat yang sekarang Tanka rasakan.
Tangan Rifin menjalar ke d**a Tanka kemudian memplintir-plintir p****l kecilnya sementara Riyan berganti menjilati perut Tanka dan membelai-belai disetiap inci kulit tubuhnya.
Semilir angin dari luar punden berhembus kencang begitu menyejukkan dan membangkitkan nafsu birahi mereka bertiga, Teriknya sang surya terhalang dedaunan meski cahaya menyilaukan muncul di sela-sela dedaunan tak mereka pedulikan.
Nikmatnya k****l di sepong untuk pertama kali Tanka rasakan. Darah berdesir, kaki serasa tak tahan untuk berdiri lebih lama lagi, ia lalu membaringkan tubuhnya di atas matras.
Rifin dengan girang datang mendekati Tanka memegang dan mengocok-kocok k****l Tanka sementara Riyan menyadari hal itu menjadi mengurungkan niatnya, ia sekedar menggrayang dan menjilat p****l Tanka.
Rifin semakin tak tahan dia lalu jongkok di atas tubuh Tanka memutar tubuhnya menghadap ke arah kaki lalu memasukkan k****l yang sudah tegang keras milik Tanka itu kedalam anusnya.
Blesss!
"Aahhh ..." Rifin mendesah keenakan anusnya telah berhasil melahap habis k****l Tanka sampai ke pangkal.
"Uuhhhhh gilaaa enak b*****t!" Tanka mengeget bawah bibir sendiri, pikiran terbang melayang ke sorga, matanya merem melek, pertama kalinya merasakan enaknya lobang sempit.
Rifin mulai menaik-turunkan pantatnya ke atas ke bawah, sedikit bergoyang makin lama makin cepat.
"Ohh ... oohhh ... oohh" mulut Rifin terbuka mengeluarkan suara-suara desahan lalu Riyan menyumpel mulut Rifin dengan kontolnya dan mengoyangkan pinggul merojok-rojok kontolnya kedalam mulut Rifin.
Tanka yang berbaring di bawah dengan k****l yang terlahap a**s Rifin memegang p****t Rifin kemudian di remas-remas sambil di angkat sedikit, lalu dia gantian yang mengocok kontolnya dengan cepat di a**s si Rifin dari bawah
Plock! Plock! Plock! Plock! Plock!
Plock! Plock! Plock! Plock! Plock!
Sekarang Dua k****l gesit keluar-masuk di lobang belakang dan di mulut Rifin benar-benar bikin rifin ke'enakan.
"Eeghh ggghh" Rifin gak bisa mendesah karena mulut di rojok-rojok k****l Riyan, ia hanya merem melek merasakan enaknya sodokan k****l Tanka di anusnya.
Plock! plock! plock! plock!
Lima menit sudah k****l Tanka gesit ngocok a**s Rifin dari bawah lalu Tanka ngelepasin, berdiri kemudian bilang ke Riyan.
"Sini gantian lo gua entot"
"No men! gua Top" Riyan menolak.
"Aeh!" Tanka gak tau istilah Top dan Juga Bot ia tetap maksa menarik dan membuat Riyan nungging, setelah Riyan berhasil nungging Tanka lalu meludah ke a**s si Riyan dan langsung menyumpelkan kontolnya kedalam a**s Riyan.
Blesss
"Aaarrghh!!!! BANGSATT!!" Riyan menjerit kencang, mulutnya langsung di bekap tangan oleh Tanka.
"Aaahh b*****t! Enak! b*****t!" Tanka keenakan a**s Riyan lebih sempit dari milik Rifin.
Tanka semakin beringas menggenjot, merojok-rojok habis a**s sempit Riyan di posisi Riyan nungging.
Kontol Riyan masih ngaceng keras, anusnya di genjot Tanka dia sambil ngocok kontolnya sendiri pakai tangan lalu Rifin menyusul masuk ke bawah Riyan dan memasukkan k****l Riyan kedalam anusnya sendiri.
"Aahh ... ahhh ... aahhh enak ... Ahhh ..." penetrasi yang luar biasa enak, Tanka menggenjot a**s Riyan yang mana Riyan sendiri sambil menggenjot a**s si Rifin.
Riyan membungkuk sambil berciuman dengan Rifin dan menyodok a**s Rifin mengikuti gerakan sodokan k****l Tanka dari belakang.
"Aahh ... aahhh ... aahh ..." Riyan merasakan double enak depan belakang. Tanka sungguh perkasa yang membuatnya kewalahan tak bisa lagi menahan klimaks.
"Aahh ... aahh ... gua mau croot, gak tahan nih aahh .... aahh aahhh"
Crrottt!!! Croottt
Pejuh Riyan pun menyemprot ke dalam a**s Rifin. Sementara di belakang Riyan Tanka masih terus merojok-rojok mentok kontolnya kedalam a**s Riyan membuat Riyan semakin kewalahan dan tak tahan.
"Bro udah bro" Riyan lalu mendorong Tanka ke belakang dan tercabutlah k****l Tanka.
Tanka merasakan enaknya a**s Riyan pun sedikit kecewa jika harus disudahi begitu saja.
"Ayolah, bentar lagi keluar punya gua" Tanka ingin lanjut ngewein tapi Riyan tidak mau.
"Udah Panas bool gua, cuk!" kata Riyan lalu menyuruh Tanka ngewein Rifin saja.
Rifin dengan senang langsung mengangkang mamerin boolnya. Dia gak tahan ingin segera di sumpel k****l Tanka, lalu Tanka pun langsung masukin kontolnya di a**s yang udah bergerak-gerak tak tahan dengan kedatangan kontolnya itu.
"Aahhh ... aahhh Enak banget k****l kamu say" Rifin mendesah-desah kenenakan dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
Tanka merojok-rojok kuat kontolnya kedalam a**s Rifin sampai mentok-mentok
Plock! Plock! Plock! Plock! Plock! Plock! Plock!
"Aahh ... yang lama Say,, aahhh ... enak banget aahhh ... aahhh terus say aahhh ... aahhh" si Rifin terus mendesah-desah keenakan.
Riyan berdiri ngeliatin pacarnya lagi di entot sambil merokok dan mengamati situasi, ia ingin menjadi pacar yang baik buat Rifin, ia ingin pacarnya mendapatkan kebahagiaan lebih lama seperti itu.
Tiga puluh menit k****l Tanka yang tegang, keras lincah dan gesit keluar masuk kedalam a**s Rifin pun membuat Rifin sampai terkencing-kencing saking enaknya dia croot berkali-kali.
Tanka sendiri masih sangat gagah perkasa, ia terus menggenjot kontolnya kedalam a**s Rifin kuat sampai akhirnya Rifin menjerit-jerit.
"Aaarggghhh ... Aargghhh ... Aarrghhh" Rifin mendesah sudah di luar kendali saking enaknya di entot lama dan genjotan kencang seperti itu.
Riyan tidak ingin jika desahan Rifin yang lagi dientotin Tanka itu sampai kedengaran orang kemudian dia pun mengecup bibir Rifin.
"Enak sayang?"
"Enak banget sayang aahh"
"Aku cinta kamu Fin" Bisik Riyan lagi
Rifin menjawab kesusahan karena anusnya sedang sodok-sodok kuat oleh k****l Tanka di belakang.
Sodokan k****l Tanka semakin kencang yang membuat Riyan harus kewalahan membekap mulut Rifin yang terus menjerit-jerit.
"Aahhh ... Ummhh ... Uummhhh ... Uuhhhhh"
Plock! Plock! Plock!
Tanka pun sudah nyampe puncak Klimaks, menyemprot pejuhnya mentok kedalam a**s Rifin.
CROOTT!
Rifin Merasakan desiran pejuh hangat nyemprot penuh didalam anusnya, sambil berciuman dengan Riyan, mereka berdua lalu saling senyum penuh cinta.
Tanka dengan napas yang ngos-ngosan, keringat yang bercucuran pelan-pelan mencabut kontolnya dari a**s Rifin, pejuhnya pun menyusul ngalir keluar dari lubang a**s Rifin yang masih nungging.
"Uuffffttt ..."