Ruang C yang dituju untuk menemui Bobby ialah ruang party. Gemerlap Lampu warna-warni menyorot mata selagi sedang memasuki ruangan sana. Dentuman musik beat sangat menggelegar dipadu suara-suara laki-laki dewasa dari segala sudut arah didominasi pengunjung turis dari beragam benua.
Langkah kaki Tanka terhenti sesaat ketika mata terpaku memandang para Dancer berperawakan maskulin, berotot nan seksi (Bottom Muscle Vs Top) dengan tarian erotis tanpa helai busana. Panggung yang tak begitu luas hanya diisi empat orang terasa semakin panas dengan adegan-adegan tarian yang diikuti gerakan perkentotan.
"Wooooww!!"
"Wwuuuhh!!"
"Cuitt! Cuitt!!"
Tanka ikut serta teriak mengikuti pengunjung yang meneriaki adegan panas itu.
Mereka ialah anggota SPL senior kusus ruang Party ini. Tidak selang lama panggung kecil itu bertambah isi empat orang bertubuh Maskulin dan berotot, mereka menggunakan kostum superhiro yang sangat ketat, dua diantaranya kostum Batman bolong bagian p****t dan duanya lagi kostum spiderman bolong bagian depan, kontolnya terlihat tegang, besar mencuat.
Pasangan superhiro itu melakukan atraksi saling spank, yang berkostum Batman bolong bagian pantatnya seolah kalah lalu terjatuh di lantai, kemudian yang berkostum Spiderman menggenjot bollnya dengan sangat kuat sambil desah terak-teriak ala pergulatan di film Action.
"Woooww!!!!" Begitu meriah teriakan para pengunjung didalam sana. Dari yang berdiri, yang duduk di tempat VVIP berbentuk ruangan yang tertutup kaca one way maupun yang duduk di meja bar.
"Inilah pusat Surga dunia-nya para lelaki di negara ini" Suara datang dari arah samping Tanka yang membuat Tanka menoleh. Dia, Bobby.
"Jadi bagaimana boy? Kau betah berada disini?" Kata Bobby.
Tanka mengangguk-anggukkan kepala bukan tanda menjawab setuju maupun tidak. Tapi karena Tanka sedang fokus melihat ke arah panggung, atraksi-atraksi para Dancer semakin random dan sangat hot tentunya.
Di markas/pusat SPL ini Open 24 jam. Di ruang bawah tanah ini tidak mengenal siang maupun malam, meski disiang hari ruang party tetap dijuluki sebagai SPL NIGHT CLUB. Pengunjungnya silih berganti, bebas datang tak terbatas jam, anggota SPL yang bertugas di beragam ruang pun memakai sistem Shift.
Jangan tanya kenapa bisnis gelap seperti ini bisa aman dan berlangsung lancar tanpa gangguan penggerebekan petugas negara, karena bisnis gelap ini dikuasai penuh oleh Geng Mafia World Tiger yang mana petugas negara kewalahan berujung mundur kalau berurusan dengan Geng World Tiger ini.
Setiap hari di ruangan party melakukan ragam atraksi tarian erotis dengan ragam konsep. Para pengunjung berdompet tebal dan para miliarder lah yang memboking anggota SPL untuk melakukan atraksi itu dengan bayaran yang sangat menggiurkan. (Mungkin karena atraksinya n*****t dengan sesama anggota SPL sendiri yang di pertontonkan ke seluruh pengunjung)
Setelah melakukan pertunjukan, biasanya para pengunjung miliarder ini akan memakai jasa mereka untuk menemani minum dan dugem, bukan seks ya. Kalau jasa seks berbeda ruang lagi dan juga kalau seks memakai sistem online kusus. Tidak akan bisa disamakan dengan Clubbing seperti pada umumnya yang mana pengunjung bisa ngeboking seks dengan anggota Dancer karena disini mutlak aturan SPL.
"Jikapun kau betah disini, kau tidak akan bisa beralih dari profesimu, Tanka." Lanjut Bobby.
"Profesi-profesi apaan sih!" Tanka ngerasa terganggu dengan omongan Bobby saking asiknya nonton atraksi panas itu sampai dia lupa dengan kenapa bisa berada disini.
"Ikut saya" kata Bobby.
"Haissh!!" Tanka sedikit didorong oleh para Bodyguard Bobby supaya mematuhi Bobby kemudian memasuki ruang kusus (masih di ruang party) bilik lain yang kedap suara alias ruang VIP.
Tanka duduk di kursi Soffa disuguhi minuman keras di meja. Belum membicarakan apapun dengan si Bobby, dia sedang sibuk menerima telpon.
"Lelah saya menghadapi orang satu ini, b******k!" Bobby marah-marah sendiri selesai berbicara via telpon dengan seseorang. Kemudian dia duduk di seberang tempat duduk Tanka, meneguk segelas Vodka, aura marah masih keliatan di wajahnya.
Setelahnya dia bilang ke Tanka "Kau sekarang sudah resmi menjadi anggota kami, saya ingin kau segera layani pelanggan ini"
"Apakah saya sudah bilang setuju dengan tawaran anda menjadi bagian dari anggota ini?" Balas Tanka.
"Kau sudah datang kesini, pelanggan ini sudah membokingmu dari 6 hari yang lalu. Saya mau kau layani dia dengan baik, dia seorang bisex yang sangat b******k"
"Ei berengsek! anda-lah yang b******k! Anda memaksa saya buat datang kesini! Dan saya mau datang kesini karena saya mau menegaskan pada anda, Saya tidak mau bergabung!" Lain cerita dengan napsu birahi saat melihat Botti seksi yang lagi dientot tadi, kalau dipaksa begini Tanka justru menjadi emosi.
"Cih, dasar psikopat kecil yang t***l. Sudah sangat jelas kau sangat menyukai surga disini. Percumah jika kau gunakan naspsumu hanya buat Fun saja, yang ada kau hanya akan mendapat penyakit kelamin!"
"Persetan dengan mulutmu!" Tanka nyiram Bobby dengan segelas Cocktail, berdiri mau langsung keluar.
"Hei, Jangan di hajar!" Cegah Bobby saat para Bodyguard beraksi menghentikan Tanka dengan pukulan.
"Haissh! b*****t kalian orang! Lepasin gua anjing!" Tanka meronta mau melepaskan diri dari cengkraman para Bodyguard yang kekar-kekar itu, tapi beneran sulit.
"Tidak perlu marah jika kau bergabung SPL, kau akan mendapat bayaran seberapapun yang kau mau. Rumah, mobil dan segala apa yang SPL kami berikan padamu waktu itu kau pikir semua anggota juga mendapatkannya? Tidak Tanka. Hanya kau saja yang mendapatkan semua Fasilitas itu"
Tanka diam selagi dibekuk Para Bodyguard itu, mendengarkan Bobby ngomong.
"Bos Pai lah yang memberi perintah pada saya untuk memberikan semua Fasilitas itu."
"Kalo orang Bule itu mau ngasih duit, rumah, mobil ke saya yaudah sini saya terima, tapi gak usah pakek embel-embel beginian segala anjing!" - Tanka.
"Hahaha, di dunia ini tidak ada yang gratisan Tanka. Kau pemuda yang sangat Liar dan keras kepala. Baiklah, begini saja saya akan bertanggung jawab pada Bos pai untukmu keluar dari anggota, tetapi dengan syarat."
"Cih, syarat apa huh?"
"Kau taklukan dulu pelanggan satu ini yang sudah membokingmu dari 6 hari lalu. Jika kau berhasil menaklukannya, saya janjikan kebebasan untukmu dan juga akan saya bekali uang, mobil, rumah dengan segala isinya untukmu. Apakah kau setuju?"
"Anda terlihat seperti seorang b******n yang mudah mengkingkari janji" - Tanka rada' mikir oke juga dengan tawaran itu, tetapi masih ragu dengan mulut orang ini.
"Hahaha jika saya seorang yang plin-plan saya tidak mungkin berdiri disini mengatur sepenuhnya bisnis ini, dasar bocah ingusan!"
"Oke, saya pegang omongan anda" - Tanka menyetujui.
"Baik, saya akan segera mengaturnya. Sekarang kau nikmatilah dulu beragam hiburan di markas kami, bersenang-senang lah" Bobby kemudian menyuruh para Bodyguard melepaskan bekukannya di tangan Tanka.
Setelah lepas, Tanka beranjak keluar dari ruang VIP itu plus dari ruang party itu. Rencananya sih mau kabur keluar, tetapi siapa sangka ternyata disana-sini banyak orang-orang Bobby pengintai anggota.
Lalu ada seseorang yang datang menyapanya, seorang cowok bertampang maskulin nan seksi "Hei kamu"
"Gua?" Tanka sambil celingukan kesana-kemari.
"Hu um, kamu. Tanka kan?" Kata dia, adalah sesama anggota.
"Ho oh, kok lo tau nama gua Tanka?" Dengan polosnya Tanka nanya.
"Bertengger di ranking satu situs SPL, siapa sih yang gak tau kamu? hehe. Ikut aku kesana yuk" ajak dia untuk memasuki ruangan kusus perkumpulan anggota.