Kondisi Rania semakin membaik meski berbanding terbalik dengan perasaannya. Dia semakin membenci Arga dengan perasaan cinta di saat yang bersamaan. Dia muak, tapi juga sadar kalau hatinya sudah terikat pada pria itu. Bersama terasa sesak, tapi menjauh diapun merasakan hal yang sama. Semuanya serba salah dan Rania sangat jengah dengan segalanya.
"Kali ini aku harap kamu tidak membantah. Pulang dari sini kamu harus tetap beristirahat dengan baik. Lupakan segala masalahmu yang entah dengan siapapun itu. Tolong pikirkan anakku Rania, dia bergantung kepadamu!" peringat Arga sambil menggandeng tangan Rania keluar rumah sakit dan bersiap untuk pulang.
"Hm," jawab Rania berdehem.
"Kamu jangan kekanakan lagi, ya!" lanjut Arga masih tak puas dan Rania menganggukkan kepala saja, tak mau memperkeru