Semakin hari hubungan Rania dan Arga semakin mesra. Apalagi Rania selalu patuh menjalankan saran dari sahabatnya Melati dan dia yakini itu cukup membuat Arga luluh juga seperti ditaklukkan olehnya. Wanita itu semakin bahagia, akan tetapi perutnya yang membesar itu semakin menciptakan masalah tersendiri untuk dirinya.
"Sial! Jangan-jangan sudah hamil oleh do-sen m***m itu!" geram Regan mulai tersadar dengan fakta yang ada.
Dia terbakar dalam perasaannya. Antara benci, muak, tapi cinta yang bersamaan. Dia ingin mengambil Rania dan sekarang setelah mendapatkan pukulan Arga, dia ingin merebutnya dengan cara apapun yang bisa melukai dosennya Arga.
"Kalau benar itu terjadi, berarti tugasku bertambah. Siapa yang sudi merawat anak dari dosen yang me--sum itu, aku tentu saja melenyapkannya. Namu