Lidya berjalan keluar dari kamar hotel, gadis itu ingin sekali mengetuk kamar hotel sebelah, kamar hotel Dev lebih tepatnya. Ia ingin mendekap tubuh Dev dengan erat karena merasakan takut kehilangan. Trauma dari masa lalu memang sehebat itu, sampai membuat Lidya setakut ini.
Lidya tidak pernah bertengkar dengan Dev sebelumnya, tidak pernah juga bertengkar dengan orang tuanya, sehingga dirinya merasakan takut saat tadi VAL bertengkar. Ya walaupun hanya pertengkaran kecil dan biasa.
TOK TOK TOK!
Lidya mengetuk kamar hotel Dev, gadis itu sengaja tidak memberikan pesan singkat atau apapun yang mengatakan ia akan ke sana. Gadis dengan rambut yang diurai itu menunggu salah satu penghuni kamar untuk membukakan pintu.
"Loh, Lidya? Kamu kenapa ada di sini? Pantes aja chat dari aku gak kamu bal