Puncak Malam
LANGIT baru saja diselimuti gelap tatkala bus yang ditumpangi gadis itu, berhenti sebelum sebuah tikungan.Gadis bernama Cika Sagita. Hendak berkunjung lagi ke rumah nenek dan kakeknya. Kali ini, kedatangannya bukan untuk mengeluhkan apa yang menjadi beban pikirannya seperti seminggu lalu. Berharap mendapat uang untuk bayar kuliah dan juga kontrak pondokan. Bukan itu. Namun, untuk mengabarkan kegembiraannya. Makanya, dari pondokan yang baru beberapa hari dihuninya, ia sengaja pergi ke Garut, kota kelahiran ayah kandungnya sekaligus tempat menetap keluarga besar dari pihak ayah kandungnya itu.
Tubuh Cika yang sintal berbalut celana jins biru dan atasan kaus biru muda cerah, turun dengan hati-hati. Tas selempang bergelayut di bahunya. Kakinya menjejak di atas tanah tepat depan