Hantu Pagi Hari
LANGIT pagi masih seperti hari lalu. Terang. Cahayanya bersinar cerah. Tapi udara terasa dingin menusuk kulit. Baru saja bel berdentang, anak-anak masuk ke kelasnya masing-masing. Di luar. Di teras. Di halaman. Sepi. Tapi di dalam kelas terdengar aktivitas pembelajaran yang baru dimulai. Begitu pun dengan Bunda Dewi yang tengah bicara di kelas, depan murid-muridnya.
Iman, seorang guru honorer yang menjadi wali kelas dua, tengah berada di ruang guru. Menyendiri. Ia tak mengajar karena di kelas dua tengah berlangsung pelajaran agama yang dibimbing oleh guru mata pelajaran. Iman membaca surat kabar harian. Berita politik berseliweran. Dari arah luar, angin tiba-tiba membabi-buta. Dalam sepekan seperti itu, menyambut musim kemarau. Ia beranjak, kepalanya melongok ke luar. Dau