Ketika Keresahan Datang, Ketakutan Pun Menggulung
NIRINA tak berhenti mendesah resah. Begitu pun dengan Fadia. Mereka berdua berbincang di dekat pohon yang rindang. Tak jauh dari pelataran gedung fakultas. Sudah satu jam mereka di sana, semenjak pukul sepuluh, usai mengikuti perkuliahan jam pertama. Bahkan, ketika di dalam ruang perkuliahan tadi, keduanya tak dapat berkonsentrasi penuh pada ceramah dosen yang sebelumnya begitu ditunggu-tunggu lantaran menyenangkan dan menarik cara memberikan materi. Perasan resah yang mendera diakibatkan memikirkan Ray yang juga belum ada kabar. Perasan resah tak hanya menggelayuti pikiran mereka berdua. Dani pun merasakan hal yang sama. Justru, Dani yang paling resah lantaran ia orang yang terakhir bersama Ray hingga Ray tak kembali ke kampus. Bahkan tak