Terkurung Misteri
Terkurung Misteri
“APAAAAA? Ray ilaaaaaang?” mata Cika membelalak pada Dani. Ia kaget sekali. Kabar dari Dani pagi-pagi, begitu mengejutkannya. Dadanya berdegup kencang. Melintas di benaknya, wajah saudara sepupunya yang begitu ia sayangi. Dengan Ray, ia bukan hanya merasa sebagian dua saudara. Namun lebih dari itu. Ray baginya, seorang kawan yang menyenangkan bahkan sahabat. Sudah sering ia menumpahkan banyak masalah yang terkadang melilitnya. Dan Ray selalu hadir memberikan solusi yang membuat hati dan pikiran Cika tenang.
“Sssttt!” Dani menempelkan ujung telunjuk kiri di mulutnya. Lalu kepalanya melirik ke arah pintu kamar Cika yang terbuka, khawatir suara Cika yang mendadak meninggi di pagi hari itu didengar penghuni kamar lain yang kebetulan melintasi. Untunglah,