Perempuan yang Ditemui di Tikungan
BUKAN main Nirina kaget tatkala melihat tubuh Ray yang tinggi dan tegap berdiri di ambang pintu kamar yang terkuak lebar. Nirina tengah bersantai di atas pembaringan sembari mendengarkan musik dari laptop. Ia tak mendengar derap langkah kaki Ray yang bersepatu. Sore itu, ia tengah sendirian setelah dua jam lalu kembali dari kampus.
Tubuh Nirina bangkit lalu mengulas senyum pada Ray yang dibalas dengan senyuman pula. Ray sudah rapi dengan pakaian, bawahan celana jins hitam, atasan kaus putih dilapisi jaket abu-abu. Ray melepas sepatunya di luar lalu masuk setelah dipersilakan Nirina.
“Besok kan Sabtu, nggak ada jadwal kuliah,” ucap Ray sembari menatap Nirina. “Apa kamu mau pulang ke Bogor? Atau menginap di rumah saudaramu malam ini?”
“Mmmm, aku belm ta