Malam-malam Nirina
PONSEL yang tergeletak di atas karpet, berdering nyaring tengah malam. Kamar yang gelap. Bulu kuduk Nirina merinding sangat. Matanya yang juga tak mau terpejam sedari sebelumnya, sontak melirik ke atas karpet. Ia enggan sekali bangkit dari tempat tidur, sekadar mengambil ponselnya. Bukan untuk menerima panggilan yang ia pun tak mau tahu dari siapa, lantaran penelepon tak tahu etika. Hanya untuk memeriksa. Namun, ia benar-benar enggan juga disergap takut. Menyesal dirinya tak mematikan ponsel semenjak sebelumnya. Agar menghindari panggilan ataupun pesan-pesan yang ia malas membalasnya.
Ponsel itu pun terdiam, cahayanya lenyap. Ia bernapas lega. Bukan untuk pertama kali ada yang meneleponnya tepat tengah malam. Ia tak pernah mengangkatnya. Terlebih ketika ia tengah terbu