Pikirannya di sibukkan hal-hal negatif, memikirkan satu alur yang benar-benar dapat memutus tali persahabatan mereka, tidak pas rasanya jika hanya dia korban dari segala ini. Kini siapa yang peduli padanya, dia anggap tidak ada. Kayshifa, wanita yang dia idam-idamkan menjadi pasangannya kian hari semakin menjauh dan entah alasan apa wanita itu tak pernah menganggapnya ada, lebih-lebih saat identitasnya sebagai anak Roger dan anak dari penculik Eliosia.
Sementara Eiji seperti berpesta pora atas kesedihannya, atas semua rasa salah yang membelenggu pikirannya. Seakan dia menari tak lagi ingin bicara tentang persahabatan dengannya. Semua seakan dia lalui sendirian, tersenyum sendirian, bahkan hari sekarang ketika dia membolak-balik halaman buku novel yang sering dia baca tak seindah ceritanya