Siapa sangka kegelapan datang dari rumah megah berlantai dua. Rumah megah dengan desain interior dan eksterior membuka mata, sangat indah dan asri. Semua berpikir tinggal dirumah ini adalah hal paling menyenangkan. Bagaimana tidak, rumah luas, bagus, indah, bersih lengkap dengan fasilitas lengkap. Memang tampak terawat tapi entah mengapa rumah megah ini terkenal dengan sisi gelapnya.
Rumah megah yang dihuni 1keluarga beserta pelayannya. Ayah, ibu, kakak, adik, bik Ijah, bik Suri, mang Eko, pak Tono, dan aku. Mereka semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ayah pemilik perusahaan berangkat pagi pulang petang, ibu pemilik butik sama sibuknya dengan ayah, kakak merintis bisnis sorum mobilnya yang pasti sibuk seharian, adik sekolah dan bimbel di luar rumah sampai petang, dan aku seorang remaja yang sedang merintis bisnis online yang tentunya bisa ku kerjakan dirumah ditemani dengan bik Ijah, bik Suri, Mang Eko tukang kebun dan bersih-bersih kolam, Pak Tono satpam yang selalu berjaga di depan rumah. Walau begitu aku selalu merasa sepi karena aku mengerjakan bisnis ku di lantai dua sedangkan mereka semua sibuk dengan pekerjaannya di lantai satu. Sesekali bik Suri kelantai dua hanya untuk membersihkan ruang-ruangan yang ada disini termasuk ruang kerjaku.
Arin, sebut saja aku begitu. Aku baru lulus kuliah dan memutuskan untuk mengembangkan bisnismu, dari kuliah aku sudah memulai berjualan online dan lumayan juga hasilnya. Kini ketika banyak waktu dan ada kesempatan aku mencoba menekuni bisnisku. Kadang ku kerjain sampai larut malam dan ketika malam mulai datang tiba waktunya suasana mencekam itu datang
~bersambung~