Valey’s POV
Aku mencoba untuk menenangkan diri agar tidak terpengaruh oleh perkataan musuh. Aku kembali mencoba mengingat-ingat takdir Alex yang telah lalu. Mungkin aku bisa menemukan petunjuk atau semacam solusi. Nihil, aku tak bisa menemukan apapun.
“Tidak bisakah kita berdamai saja. Peperangan ini sia-sia.” Bujuk Alex pada kakaknya.
Alpha Anton hanya menyeringai. “Tidak bisa, adikku. Ini bagaikan melempar batu dua burung jatuh. Aku menyerang pack milik orang yang ku benci dan aku akan mendapatkan kekuatanmu kembali.”
“Kau..” Alex menggeram, sepertinya dia sudah tidak gugup lagi.
“Kenapa? Aku pernah menyerang pack ini dan aku sudah tau bagaimana kekuatan dari pack ini. Aku yakin, dengan pasukanku yang sekarang, pack ini akan hancur.” Ucapnya penuh percaya diri.
Tunggu, dia pernah m