"Alan, apa yang kau lakukan di sana?" Future datang dan menghampirinya yang sedang duduk sendirian di bangku taman halaman belakang rumah.
Malam semakin larut, hembusan angin yang dingin tidak membuat Alan bangkit dari sana dan masuk ke rumah. Tapi, justru ia sangat menikmati itu. Dan kehadiran Future di sisinya membuat ia merasakan tidak terlalu sendirian lagi.
"Tidak ada, hanya duduk," sahutnya singkat.
"Suhu tubuhmu sedikit lebih rendah dari biasanya, kerutan di dahimu juga tergambar dengan jelas. Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu ya?" Pertanyaan Future yang tepat sasaran tidak meleset sama sekali.
Tapi Alan gengsi untuk mengakuinya. Ia lebih memilih diam alih-alih menjawab pertanyaan gadis itu.
"Kau memindaiku lagi?"
"Iya Alan. Kenapa kau selalu bertanya seperti itu set