"Ck, kenapa ini sebenarnya?" Benzie yang berada dalam ruang pribadinya, tengah mengatasi suara yang keluar dari salah satu mesin komputernya yang terhubung langsung oleh salah satu robot rancangannya di sana.
Beranjak dari rancangan salah satu robotnya yang lain, Benzie yang sedang mengetik sangat cepat di atas keyboard pun kelihatan sangat serius. Terlihat dari jenis tatapan pada layar komputer dan robot yang terhubung di hadapannya, ditambah lagi oleh aksen kacamata minus yang bertengger apik di wajahnya. Menambah kesan genius yang tak terbantahkan dari dirinya.
Lagi, auranya pun berkobar tidak karuan di waktu yang bersamaan. Bukan main jantan dan tampan. Tidak hanya wajah yang berkelas tapi juga otak yang memadai dengan semangat belajar yang tinggi dan pekerja keras selalu menolak un