Usai kepergian Benzie dari ruangan tersebut, Mr. Jazz pun segera lengser dan beranjak dari sana. Tak lupa menutup pintu dengan keras, lebih pantas disebut seperti sebuah bantingan dari pada menutup karena suara yang dihasilkan sangat nyaring.
Lantas, dengan langkah lebarnya pria dewasa itu segera menghilang dari jangkauan.
Suara pantofel yang terdengar jelas di sepanjang lorong yang kosong pagi ini. Ada beberapa petugas kebersihan yang lewat tapi tentu saja tidak berani berucap sepatah kata pun selain membungkuk memberi hormat kepada bosnya.
Itu adalah Mr. Jazz yang juga terlihat sangat tidak mempedulikan beberapa petugas yang lewat. Bagaikan angin yang berlalu, mereka semua seakan transparan baginya.
Begitu sampai di tempat tujuannya, Mr. Jazz langsung masuk ke dalam ruangan terse