------------------------
Mereka memeriksa seluruh mansion. Tidak ada orang asing, tetapi pintu gudang terbuka dan mayat Grissham hilang.
Selena menemukan tepung merah membentuk jejak menuju hutan. Panitia mungkin mengambil tubuh untuk menghapus bukti, atau sesuatu yang lain membawanya.
'Kamera CCTV,' kata Warren.
Rekaman menunjukkan seseorang mengenakan mantel hitam masuk melalui pintu servis. Wajahnya tertutup topeng putih. Dia mengangkat mayat Grissham seorang diri, seolah tubuh itu tidak memiliki berat.
Pada layar lain, orang bertopeng terlihat memotong kabel komunikasi dan membawa persediaan.
'Dia manusia atau roh?' tanya Thomas.
'Dia terekam jelas. Setidaknya kamera melihat tubuhnya,' jawab Ian.
Isabelle mengenali mantel sebagai pakaian pengawas The Gamers. Setiap permainan memiliki satu pengawas tersembunyi di pulau untuk memastikan aturan berjalan.
'Jadi selama ini ada orang keenam?' bentak Warren.
'Saya tidak tahu identitasnya. Pengawas tidak pernah menghubungi penjaga mansion secara langsung.'
Jeremy mengatakan ruang persembunyian mungkin berada di bawah gereja atau dekat pelabuhan. Mereka memilih mencari setelah mengamankan tubuh Theresa.
Kerangka dibawa ke gereja dan ditempatkan di depan altar. Jeremy membacakan doa pemakaman. Cincin oval tetap dibungkus kain.
Saat nama lengkap Theresa disebut, angin memenuhi gereja. Lilin padam, lalu menyala kembali dengan api biru.
Theresa muncul di belakang altar. Kali ini wajahnya lebih tenang.
'Tubuhku ditemukan, tetapi cincinku belum bebas,' katanya.
Rudolph membuat kedua cincin dari satu rubi. Menghancurkan satu hanya memisahkan kutukan. Cincin Theresa menyimpan ingatan seluruh orang yang mati di pulau, termasuk peserta terdahulu.
'Kalau dihancurkan sekarang, semua roh akan lepas tanpa jalan pulang,' jelas Theresa. 'Kalian harus menemukan buku nama di ruang pengawas dan menyebut mereka satu per satu.'
Selena bertanya kenapa Theresa tidak melakukannya sendiri.
'Aku terikat pada darah yang membunuhku dan tangan yang membebaskanku.'
Tangan yang dimaksud adalah Selena.
Theresa mengatakan pengawas memakai nama Gerald bukan karena kerasukan, melainkan sebagai gelar turun-temurun. Tugasnya menjaga permainan terus berlangsung dan mengumpulkan rasa takut yang memperkuat cincin.
'Gerald yang membunuh Grissham?'
'Roh pertama melakukan pembunuhan. Pengawas menyembunyikan tubuh untuk menjaga cerita mereka.'
Bayangan Theresa menghilang setelah memperingatkan pengawas akan membunuh peserta lain sebelum matahari berikutnya.
Mereka kembali ke mansion dan membuat penjagaan. Selena serta Warren mendapat giliran pertama.
Di ruang CCTV, Warren memperbesar rekaman pengawas. Pada pergelangan tangannya terdapat tato gereja Cantabelle—tempat Dorothy menyerahkan biodata.
'Panitia memilih lokasi audisi untuk memberi tanda pada peserta,' kata Selena.
Warren menemukan rekaman lama pada sistem. Puluhan kelompok sebelumnya tinggal di mansion. Beberapa video berakhir dengan peserta pulang, lainnya berakhir pada layar hitam setelah cincin ditemukan.
Dalam satu rekaman tujuh tahun lalu, Selena mengenali Juan, teman Grissham yang pernah terpilih. Dia masih hidup sampai hari terakhir, kemudian dibawa pengawas ke pondok.
Tidak ada rekaman setelah itu.
Tiba-tiba layar di depan mereka berubah. Pengawas bertopeng berdiri di kamar Ian saat ini.
Selena dan Warren berlari ke lantai atas. Kamar Ian terkunci dari dalam. Mereka mendobrak dan menemukan Ian tidur, sementara dinding dipenuhi tulisan darah.
SATU DARAH TRAMONDE HARUS MATI UNTUK MEMBUKA BUKU NAMA.
Ian terbangun. Di dadanya terdapat luka berbentuk cincin, tetapi dia masih bernapas.
Pengawas dapat masuk ke kamar terkunci dan keluar tanpa terlihat.
Permainan memiliki pemain keenam yang mengetahui setiap lorong rahasia mansion.
Mereka memindahkan Ian ke ruang bersantai agar tidak tidur sendirian. Thomas bersedia berjaga, tetapi Warren menolak mempercayakan keselamatan Ian kepadanya. Akhirnya semua orang tidur di aula dengan lampu menyala.
Tidak seorang pun benar-benar tidur.
Selena membuka catatan Juan. Dalam rekaman terakhir, Juan berbicara kepada kamera tersembunyi, memohon seseorang bernama Keeper tidak membawa temannya. Kata Keeper mungkin gelar pengawas.
Isabelle mengingat penjaga generasi sebelumnya memakai topeng sama. Mereka direkrut dari peserta yang gagal audisi dan memiliki hubungan dekat dengan target utama.
'Orang dekat?' tanya Selena.
'Mereka lebih mudah memancing kepercayaan dan mengetahui ketakutan peserta.'
Selena memikirkan Dorothy. Sahabatnya ikut audisi, tetapi mendapat lokasi gereja Cantabelle. Grissham juga mengenalnya. Mungkinkah Dorothy berada di pulau?
Dia menolak menuduh tanpa bukti. Warren melihat perubahan wajahnya.
'Kau memikirkan seseorang.'
'Dorothy dikirim ke Cantabelle saat audisi.'
'Nama yang sama dengan ruang pengawas.'
'Bisa kebetulan.'
'Di pulau ini, kebetulan biasanya bagian jebakan.'
Ian bangun dan meminta melihat rekaman topeng. Dia mengenali cara sosok itu berjalan dengan kaki kiri sedikit menyeret. Dorothy pernah terluka saat kecil dan berjalan seperti itu ketika lelah, menurut cerita Selena.
Selena merasa dikhianati bahkan sebelum kebenaran terbukti.
Jeremy menyarankan mencari ruang pengawas saat pagi. Namun Theresa memperingatkan pembunuhan berikutnya sebelum matahari, sehingga mereka tidak bisa menunggu.
Mereka memasang lonceng pada semua pintu dan tali di lorong. Kamera diatur menampilkan seluruh sudut. Ian memegang cincin dalam kotak, Warren menyimpan kunci, sedangkan Selena membawa belati.
Pada pukul tiga, lonceng dapur berbunyi. Kamera menunjukkan tidak ada orang. Warren serta Thomas memeriksa bersama.
Di dapur, mereka menemukan panci berisi air merah dan satu gigi manusia. Thomas muntah. Warren melihat tulisan pada dasar panci: WARREN BERIKUTNYA.
Ancaman itu mencoba membuat mereka berpencar. Warren justru membawa panci ke aula sebagai bukti.
'Aku tidak akan mengejar sesuatu sendirian,' katanya.
Beberapa menit kemudian, semua layar menampilkan Selena sedang tidur meski Selena berdiri di depan monitor. Rekaman palsu diputar agar lokasi mereka dapat dimanipulasi.
Ian mematikan sistem utama. Tanpa kamera, pengawas kehilangan sebagian mata, tetapi mereka juga tidak dapat melihat lorong.
Dari balik dinding terdengar batuk seseorang.
Warren mengetuk dan batuk itu berhenti.
Mereka menemukan panel tipis di belakang lukisan Rudolph. Udara hangat keluar dari celah, disertai bau makanan baru.
Seseorang memang tinggal di dalam dinding.
Selena mengangkat belati. 'Kali ini kita yang masuk ke tempat persembunyiannya.'
Tidak seorang pun menolak, meski semua memahami pengawas pasti sudah menyiapkan jebakan lain.
------------------------