“Iiiihhh, duduknya geseran kesana dikit dong,” keluh Mulan sambil mendorong tubuh Ivan.
“Geser kemana lagi, emang tempat nya sempit gini,” jawab Ivan, sambil menarik tubuhnya ke samping, bersandar pada pintu mobil pick up, sementara Mang Onoy hanya bisa tertawa melihat tingkah gadis di sampingnya.
Mulan merengut, bibirnya manyun, wanita yang tidak terbiasa dengan angkutan darurat itu terlihat begitu gelisah, apalagi tatapan mata Mang Onoy yang berulangkali menyatroni pahanya yang terbuka.
“Ngapain sih Pak Wisnu pake suruh aku ikut segala,” sungutnya, tangannya berusaha menarik roknya lebih kebawah, berharap bisa lebih menutupi pahanya yang mulus.
Ivan berusaha menahan tawa, wajahnya dipalingkan kearah jendela. Yaa, Ivanlah dalang dari kesialan Mulan yang siang itu diminta Pak Wisnu unt