Angin berhembus, burung berkicau, daun melambai-lambai, matahari bersinar menyapa.
Shut up! Aku sudah telat.
Kali ini aku menyayangkan kata-kata puitis datang di saat yang tidak tepat. Angin memang berhembus, atau lebih tepatnya berhembus dengan keras dari truk yang barusan menyalipku. Burung juga berkicau, tapi dengan segera mereka diusir pemilik rumah yang disantroni burung-burung itu, takut mereka buang hajat sepertinya. Daun melambai-lambai, persis seperti satpam sekolah yang melambai-lambai padaku, menyuruh cepat menyeberang.
Oh iya aku sedang menyebrang.
“Tiiinn!!!!”
“Telolet telolet telolet telolet toleoltoelotloeleotleoet”
“Woi jalan pake mata!”
“Jalan pake kaki dong bos” aku membalas sambil cengengesan.
Ad by ValueimpressionTernyata upacara belum dimulai.
Layaknya di vide