Asa turun dari angkot tepat di depan halte bus, sudah tiga hari ia bangun pagi-pagi sekali dan pulang sekitar jam 01:00 dini hari, karena harus menjadi panitia Ospek. Hari itu, ia pulang lebih larut dari biasanya. Jarak halte tersebut dengan rumahnya masih dua kali naik angkot, itu pun hanya diturunkan di terminal. Sebenarnya bisa saja dia ke kampus dengan mobil pribadi karena orangtuanya orang berada, tetapi katanya ia ingin belajar mandiri.
Asa merupakan anak dari Dr. Sinta, seorang dokter bedah di kota itu, sedangkan ayahnya bekerja sebagai arsitek. Sudah satu tahun ini ayahnya tak bisa keluar rumah karena penyakit ginjal yang ia derita, yang membuat Dr. Sinta harus kesana kemari mencari pendonor untuk suaminya.
Lima belas menit lelaki itu berdiri di depan halte, berharap akan ada ang