Apa yang kuharapkan dari diriku kali ini memang nothing. Masih mandeg di sini. Liburan yang menyenangkan dengan anak kecil. Sampai di suatu hari tanpa awan di langit tiba.
“Mbak?”
Suara itu mengetuk telingaku. Aku datang menghampiri mereka dengan sepicis pisang goreng buatan emak di tangan kiri. Tentunya bukan untuk kubagikan pada mereka. Anak-anak bau kencur yang belum lama ini jadi teman sepermainanku tak mungkinlah aku membagi dengan anak-anak ingusan itu.
“Jadi ke kali cari ikan?”
“Ada jaring buat marak biar gampang gak, mbak? dulu mbak punya kan?”
Mereka berempat saling menimpali dalam bertanya mulai dari Dai dilanjut Agil barusan.
Aku berpikir sejenak, mengotori jaring milikku untuk marak di kali semacam kali lor? Ah tidak. Aku tak sudi melakukannya, sungguh mubazir jaring itu