"Mau ke mana?" tantang Theodore saat melihat Patricio yang seolah-olah tengah menyiapkan diri untuk bertarung. Tatapan mata Theodore begitu nyalang saat mendapati mantan kawannya berada di sana, masih diingatnya dengan segar kala Patricio berusaha mengkhianati Machitis. Tangan Theodore pun mengepal dengan sangat erat.
Tanpa menjawab pertanyaan Theodore, Patricio langsung saja melayangkan gerakan pukulannya ke pada perut Theodore, untungnya pria itu dengan sigap menahan pergerakan Patricio. Theodore meraih pergelangan kaki Patricio yang mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Kau sudah terkepung, Patricio." seru Grivin Rudolf
"Menyerah? Apa itu?! Aku tidak mengenal kata itu. Klan Machitis tidak mengenal kata menyerah."
"Berhenti menyebut nama klan itu dengan mulutmu! Kau tak layak mengatakannya