“Pesan dari siapa?”
Irina segera menyingkirkan ponselnya saat salah satu temannya berusaha untuk mengintip layar ponsel miliknya. Ia memberikan senyum tipis menyadari bahwa mereka sudah mulai lancang terhadapnya, padahal mereka bukanlah teman dekat yang bisa membuat mereka bertingkah bebas di hadapannya hanya karena ia bersikap baik pada keduanya.
“Bukan apa-apa,” jawabnya singkat. Namun pancaran matanya jelas menunjukkan ada sesuatu yang salah dan tentu saja itu semua ada kaitannya dengan ponselnya yang selalu ia tatap sejak jam istirahat dimulai. ”Sepertinya hari ini aku lagi tidak nafsu makan, jadi aku akan tinggal di kelas saja.” Ia merapikan bukunya masuk ke dalam tasnya dan berharap Lastri dan Dewi tak bertanya apa pun lagi dan segera meninggalkannya yang ingin sendiri saat ini.
L