Teruntuk kalian, sang benih bunga Dandelion.
Pagi yang cerah, dengan angin sepoi - sepoi yang berhembus, mungkin sebagian besar seperti itulah pagi kalian, dan pagi ku juga dulunya seperti itu, pagi yang selalu ku nantikan, pagi yang walaupun mendung tapi tetap membuat hati ku cerah ceria, pagi yang menjadi temanku. Namun kini, Walaupun cerah tapi, aku, selalu menganggapnya tertutupi oleh gelapnya awan, Itulah pagi ku, pagi yang berubah hanya dalam sehari, yang semula ceria menjadi biasa saja.
Hari ini, aku sendiri menelan kesunyian. Aku hanya ingin mengatakan, aku sangat merindukanmu. Tapi, setelah mengatakan itu, apa akan ada yang berubah? Tentu tidak! semuanya akan tetap sama, perasaan rindu yang tiada habisnya dan perasaan bersalah yang tidak akan pernah hilang.
Aku, hanya bisa menitipkan rinduku, pada malam yang kini menjadi temanku. Mengapa malam? Tentu saja karena, malam yang sunyi adalah tempat yang tepat untuk, menenangkan pikiran, tempatku untuk menangis dan tempatku untuk menceritakan semua keluh kesahku. Yang paling utama karena hanya pada malam hari, bulan sabit muncul. Bulan yang tidak sempurna, namun mampu bersinar terang, dan terlihat seperti dirinya sang pemilik rinduku.
Inilah aku, Robert Gunawan Pratama dan inilah kisahku. Kisah, yang ingin ku ulang kembali, dan ku ubah, agar aku tidak perlu menitipkan rinduku pada malam, tapi itu hanya akan menjadi sebuah harapan, yang tidak akan pernah terwujud.
Aku, berharap setelah kalian mengetahui kisahku, kalian akan lebih menghargai dan menjaga, seseorang yang selalu berada di samping kalian dan seseorang yang selalu membuat kalian tertawa, aku tidak ingin kalian, merasakan sakit yang begitu dalam, seperti yang ku alami. Dan rasanya seperti, setiap hari, kalian harus memikirkan dia, setiap malam, kalian harus memimpikan dia, even itu terdengar lebay, tapi bagiku itu sangatlah menyiksa.
Walaupun aku tau, menangis adalah obat penenang saat tersakiti, tapi sampai kapan aku akan terus seperti itu. Hatiku dan otakku selalu berlawanan, saat otak ku ingin melupakannya, hati ku malah membuatku terus teringat, semua kenangan tentang dirinya. kata orang - orang "Sesuatu yang perlu di lupakan dan dilepaskan sebaiknya dilakukan dari awal, untuk apa menyiksa diri sendiri?" Tapi, aku gak bisa melupakan sang pemilik rinduku dengan semudah itu.
Kalian boleh menerka - nerka tentangku, aku, tetap bersyukur kalian ingin mengetahui kisahku, dan menganggap kesalahanku sebagai, kebenaran yang keliru. Seperti dia yang selalu menganggapnya begitu, agar aku, tidak banyak menanggung sedih. See, betapa perhatiannya dia, tidak sepertiku.
Kalian mungkin bingung siapa Dia yang ku maksud itu? baiklah akan ku beritahu, Dia adalah wanita yang selalu membuatku tertawa, wanita yang berbeda dengan yang lainnya, dan wanita yang selalu membantu orang lain, demi menutupi semua luka dan kesedihannya, dia adalah Tiara Florance Amelia.
Di mata orang lain, termasuk diriku, mungkin dia terlihat sempurna, tapi hidup tidak sesederhana "jika bahagia tersenyumlah, jika menangis tertawalah". Dan dengan bodohnya, aku, malah selalu membandingkan diriku dengannya. Di saat dia, dengan susah payahnya menutupi kekurangannya, aku malah mengira dia, sedang mencari perhatian, hahaha sangat lucu. Dia bahkan rela di cap sebagai wanita sombong, karena tidak merespon para pria yang mendekatinya, selama aku tidak bersamanya. Kalian boleh menghinaku, karena hal paling sulit adalah "menilai diri sendiri"
Apa kalian tau, cinta bertepuk sebelah tangan, lebih baik daripada saling mencintai namun, tidak bisa bersama. Sedih, marah, menyesal, itulah yang kurasakan. rasa yang bercampur aduk, akan membuatmu seperti kehilangan semangat hidup.
Kisah ini tidak seperti, kisah - kisah di drama, yang awalnya duan insan itu saling benci namun pada akhirnya mereka akan saling mencintai dan hidup bahagia, Maaf, kisahku tak se drama itu. Mungkin kisahku akan membosankan, karena, terlalu banyak lika liku yang membuatku, bodoh karena cinta, gila karena rindu, dan kecewa karena kesalahanku. Bahkan terjebak di antara kata "Bodoh" dan "Rindu".
Aku punya pesan, untuk kalian yang bernama wanita, "Jangan menunggu, menunggu dan menunggu, pria yang akan mencintai kalian, kalian juga harus berjuang dan memilih. Karena jika hanya menunggu, yang datang belum tentu membuat kalian merasa dicintai dan nyaman. walaupun ada sebuah kata yang mengatakan bahwa wanita selalu benar, and do you believe that? oh come on, that's just bullshit, buktinya kalau kalian sedang di luar bersama teman kalian, Gak senyum malah di cap jutek dan sombong, eh giliran udah senyum malah di kira mau deketin si pria, nah kan serba salah. Dan ingat jangan terbiasa dengan harapan, lalu kalian melupakan sebuah kepastian"
Dan untuk kalian yang bernama pria "Bahagiakanlah 2 wanita saja, Ibu mu dan wanita yang kalian cintai. Jangan datang jika hanya ingin memberi luka dan sebuah harapan tanpa kepastian. Para pria sering mengatakan ( aku meninggalkan sebuah berlian demi sampah ) Hey cuyy, situ masih waras? please don't be stupid. Kalian selalu mengatakan mereka berlian, jika mereka sedang bersamamu dan hanya mencintaimu. Dan mereka akan menjadi sampah, jika mereka sedang bahagia dengan pria lain. Bodohnya lagi, di saat kalian mengetahui kalau wanita itu sangat mencintai kalian, kalian malah meninggalkannya. Jangan kayak gitu lah."
Aku mungkin terlihat sok bijak, sok pintar dan sok iye banget tapi trust me sebagai seorang pria, aku juga pernah berkata "Aku meninggalkan sebuah berlian demi sampah" dan in the end aku menyesal, haha lucu juga jika mengingat kebodohan ku saat itu.
Dan kita, para pria, sudah tau wanita bersahabat dengan air mata, kita malah sering membuat mereka bertemu. Tidak bisakah, sehari saja kalian berfikir seperti ini "Apa yang harus ku lakukan? aku sudah membentaknya dan membuatnya menangis, oh come on, betapa bodohnya diriku, aku harus segera membujuk dan meminta maaf padanya." see, It's so simple guys. Apakah kalian gak rasa gagal, jadi pria kalau sering buat wanita nangis? Kalau emang kalian udah gak ada perasaan ama dia, yaudah akhiri daja hubungan kalian. Jangan ngekang mereka, mereka juga berhak bahagia. Dengan menyerah pada kalian, maka hati mereka tidak akan tersakiti lagi.
Ingatlah! kita tidak bisa mengubah masa lalu, dan masa depan juga tidak pasti. Jadi, lebih baik kita melakukan sesuatu, yang akan berdampak baik di masa depan, bukan malah memperburuk masa depan kita.
"Terkadang orang yang memberi luka tidak akan menyadarinya, hanya orang yang terluka yang akan mengingatnya." Don't Forget that!
Salam dari, Flo the Crescent moon dan Quokka
Selanjutnya Titipan Rinduku Bab1 ~Kisah Kami~