Pagi nya Laura terbangun karena suara alarm yang ada di samping bantal nya .
" Anjir gue masih ngantuk tapi ahh gue harus berangkat sekolah, huhu selamat tinggal dunia lamaku" dramatis Laura ia pun segera mandi dan sarapan sebelum berangkat ia memoles bibirnya dengan lipblam bening tapi memiliki rasa strawberry.
" a***y cantik juga gue, udah cantik,banyak duwit, bohay lagi auhhh, jadi sugar baby apa yah , anjir mulut gue gak sopan banget" tepuk pelan laura ke bibir merah nya .
Ia pun berangkat menggunakan mobil yang ada di garasi apartemennya dan untungnya Laura dulu nya juga bisa menggunakan mobil atau motor jadi gak akan bingung nanti nya ke sekolah naik apa .
Di hari pertama Laura di sekolah, Elite Ardita High (EAH) , seharusnya menjadi momen dimana kecantikannya menarik perhatian semua orang. Namun, Laura berjalan cepat dengan pandangan lurus ke depan, langkahnya gesit dan sedikit dingin. Tapi jika di perhatikan lebih jelas terlihat kehati-hatian di setiap langkah nya .
" Anjir gue sekolah aja serasa mau perang " teriak Laura di dalam hati nya berbeda dengan wajahnya yang kelihatan ceria tapi di dalam hatinya ia berdoa semoga selamat dari para tokoh j*****m itu .
" Halo ganteng, sendirian aja nih mau sama neng Laura gak" goda Laura saat bertemu dengan cowok tampan dan sangat bertemu cewek cantik pun ia goda.
" Hai cantik, sendirian aja nih mau bareng sama Laura yang cantik ini gak " . Yah urat malu Laura sudah hilang ges mungkin tambah gesrek karena ia pindah jiwa dan ia gak tau kondisi tubuhnya gimana.
Saat Laura berjalan menuju ke kelas nya ia malah bertemu dengan tokoh yang harus ia hindari.
" Anjir ,masih pagi gua udah ketemu sama malaikat maut gue , pura-pura gak liat aja ah " batin Laura.
Ketika melintasi koridor utama Laura berjalan menunduk sambil menatap ponselnya dan menghiraukan aura protagonis yang kuat dari Raphael Lucas Aedita
Sementara Karin Melina, antagonis wanita sekunder, memandang Laura dengan pandangan mencemooh. "Lihat dia, sok sibuk. Dulu dia selalu berusaha memamerkan diri," ejek Karin kepada temannya.
" Huff , lega gue terhindar dari dua malaikat maut gue " hembusan lega Laura hingga pandangan nya menangkap sosok Orion Emanuel Lexsis yang sedang menyandarkan bahu di loker dekat kelas nya.
" Lah anjir ,tuh Satan ganteng kenapa ada di situ ,dan tadi si Karin,Ama Raphael jalan nya kok searah sama kelas gua " tanya bingung dalam hati ia masih fokus sama hp nya seolah ia menganggap Hanyalah sebuah angin dan debu yang tak berguna.
Orion menatap Laura dengan intens dan penuh dengan aura dingin.
" Kambing kenapa gue baru inget kalo ke empat tokoh itu satu kelas sama gue ,babi lah ,bakal susah gue buat menghindari Kematian tragis itu " . Gerutu Laura dalam hati pandang tidak seceria tadi saat ia menggoda para cewek cantik dan cowok tampan di jalan arah parkiran mobil.
" Huhu Mak, gue pengen pulang Mak ,gila si gugus bintang natap gue kayak mau di kuliti " batin Laura frustasi.
Orion tersenyum saat melihat Laura ,biasa nya gadis itu akan terlihat begitu tidak bernyawa dan tidak menggairahkan sama sekali tapi kini aura nya berbeda lebih terlihat segar dan hidup .