Aku benar - benar terjebak dalam modus yang dilakukan oleh Adrian, iap sebenarnya modus namun berkedok ingin memotong kuku. Ingin sekali aku memberinya pelajaran dengan mencubit lengannya seperti yang sering aku lakukan ketika ia terus menjahiliku, tapi sayangnya saat ini tubuhku sedang tidak bisa diajak berkerja sama.
Mataku menangkap Adrian yang memperlakukanku dengan baik, untung saja sedari tadi Rara sudah tertidur dengan pulas dan hanya ada kami berdua di sini, jika ada Ayah atau Mama Adrian tentu saja pasti akan membuatku malu. Mereka juga akan terus - terusan mengolok - olokku, ah, membayangkannya saja sudah membuatku kesal.
"Udah ah," ucapku menarik tanganku dari atas telapak tangan Adrian.
"Bentar rapiin dulu," ucap Adrian masih mengikis kuku jari kelingkingku, aku juga heran m