Langit malam ini begitu cerah, ini kesekian kalinya aku memandangi langit. Tapi hari ini, langit malam yang biasanya terlihat gelap namun begitu cerah dimataku.
Berkali kali aku melihat di jari - jariku, cincin yang terpasang tadi siang seakan melekat erat membuatku tidak henti - hentinya tersenyum.
Pintu kamarku diketuk, Adrian masuk dengan pintu yang masih terbuka. Aku mengalihkan pandangan darinya, aku masih merasa malu menatap Adrian.
"Koper kamu aku bawa turun ya, kamu udah siap - siapnya?" tanya Adrian berjalan masuk lalu mengambil koper milikku.
Aku mengangguk, "udah kok ayo turun," ajakku ketika aku merasa sudah siap.
Adrian berjalan lebih dulu dengan mengangkat koperku, dari belakang aku mengikutinya berjalan. Di bawah ada mama Adrian, Rara dan Nenek Adrian yang duduk di ruan