Bian menatapku yang baru saja datang, aku duduk si samping Bian sembari menunggu.
Napasku sedikit tidak beraturan setelah mimisan tadi, aku takut hal serupa terjadi di atas panggung.
"Lun?"
Tepukan di pundakku menyadarkan aku dari lamunan, aku menatap ke arah Bian bingung.
"Iya, kenapa? Udah giliran kita?" tanyaku melihat ke sekeliling dengan sedikit terkejut.
"Ngelamunin apa?" tanya Bian yang seakan mencoba membaca isi kepalaku.
"Enggak ada," balasku.
"Seriusan?"
"Iya," jawabku mencoba meyakinkan Bian lagi.
"Ya udah, gimana kalo kita latihan aja bentar?".
"Boleh," jawabku lalu mengajak bangkit dari dudukku mengikuti Bian yang sudah lebih dulu bangkit dari duduknya.
Langkah kakiku terhenti, saat dari balik pintu Adrian dan Gita masuk. Aku hanya terdiam memandang gandengan tangan