"P" ada notifikasi wa di handphone ku dan setelah aku cek ternyata wa dari si dia. Randy Kurniawan namanya.
langsung ku balas dengan emoticon jempol (pura-pura jual mahal, haha)
"gak balik tah?" tanya nya.
"balik kemana, Mas?" jawab ku dengan segera.
"ya balik pulang, apa balik ke rumah ku" balasan nya.
"wkwk , sudah dari jam sepuluh tadi, Mas. gak mau ah balik ke rumah mu, kayak orang mau minggat sangking jauhnya"
"loh emang tau rumahku dimana? minggat sama aq kan gak apa2 seh"
"lah tadi kan bilang sendiri kalau di sidoarjo, wah udah pikun kayak nya"
"wah iya lupa, grogi ngobrol sama km tadi"
"bisa aja, Mas. Kamu sendiri udah pulang?"
"ini baru mau pulang"
"malem banget ya pulang nya"
"hehe, iya Mbak. ya udah istirahat udah pagi soalnya"
"siap, Mas. hati2 juga kamu pulang nya"
selama 4 hari setelah wa itu, kita hanya saling menonton story wa aja tanpa ada yang berani memulai chat lagi.
sampai pada akhirnya, ada acara perpisahan teman kami yang di pecat, kami bertemu lagi di tempat karaoke, karna acara nya memang diadakan disitu.
pukul 3 pagi acara baru selesai, dia mengurungkan niat nya membuntut'i ku karna sudah ada teman nya yang saat itu juga sedang pendekatan dengan ku yang akhir nya membuntut'i ku pulang ke rumah.
lalu sampai rumah, ternyata dia mengirim pesan wa kepada ku.
"mayang udah sampai rumah?" tanya nya.
"udah, Mas. kamu sendiri udah sampai?"
"belum, ini aku masih mampir beli makan"
"owalah, emang gak kerja besok? kok tadi minta sampai closing?"
"enggak, aku libur sabtu-minggu. kamu kerja besok?"
"iya, Mas kerja aku masuk shift siang. Kamu gak dicariin istri mu pulang jam segitu?"
"engga, istri ku gak perduliin aku. ya udah buruan istirahat, kapan2 kita hore bareng lagi ya"
"oke, Mas siap. hati2 ya pulang nya"
"iya makasih"
yaa setelah awal aku berkenalan dengan nya, aku tau dari teman ku kalau dia sudah memiliki istri dan seorang anak.
karena itu aku tidak lagi coba berhubungan dengan dia, karna aku tau rasa nya di selingkuhi sama mantan suami ku dulu.
namun ternyata godaan setan lebih pintar dari kita.
terlebih dia yang namanya sudah terukir di hati ku sejak awal bertemu.