Warga Desa Zarozje kekesokan harinya memulai aktivitas seperti biasanya. Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, terasa aman-aman saja. Tanpa terlihat adanya gangguan dari vampire Vlade.
Pastor Jovan pun sudah kembali sehat setelah beberapa waktu yang lalu terkena hantaman kursi dipelipisnya yang dilemparkan vampire Vlade.
Dan tidak seperti biasanya ibadah minggu yang pasti merasakan was-was, kali ini lancar-lancar saja tanpa hambatan. Sebenarnya bukan kali pertama ulah terror vampire Vlade meresahkan penduduk desa karena pasti ada saja warga yang menjadi korban.
"Pastor Jovan bagaimana keadaan anda?". Tanya Pastor muda Karlo kepadanya.
"Aku sudah baik-baik saja Karlo. Oh iya waktu itu bagaimana bisa anak itu terlepas dari cengkeraman Vlade? sedangkan Vlade itu vampire yang mengerikan dan juga sangat sulit diajak bernegoisasi".
Pastor Jovan merasa terheran-heran karena sudah bertahun-tahun dia berjuang untuk memusnahkan vampire itu tetapi nihil saja semua usahanya.
"Sebenarnya tidak banyak yang saya lakukan. Waktu itu vampire Vlade bisa saya kalahkan dengan mudah karena dulu di ibukota saya sering melakukan pengusiran setan bersama-sama dengan pelayan gereja yang lain. Jadi saya dengan mudahnya mengetahui kelemahan vampire Vlade". Ujar Pastor muda Karlo itu kepada pastor Jovan.
"Begitukah rupanya?". Pastor Jovan pun terheran-heran.
" Sebenarnya sudah bertahun-tahun aku mempelajari tentang Vlade, tetapi sangat sulit aku menemukan jawaban untuk menghancurkannya".
"Setiap saat ketika tiba-tiba saja warga menjadi korbannya,aku selalu saja terlambat satu langkah sehingga nyawa warga desa ini gagal aku tolong". Ujar Pastor Jovan yang sedih
"Saya mengerti perasaan Pastor Jovan yang sedih karena gagal menyelamatkan warga. Tetapi percayalah Pastor Jovan,desa ini pasti akan tentram seterusnya. Saya akan mengabdikan diri saya disini untuk memberikan pelayanan bagi warga Zarozje dan sekaligus membantu Pastor Jovan yang sendirian disini". Jawab Pastor muda Karlo disertai dengan senyuman.
"Baiklah,nak. Aku mempercayai keinginanmu yang tulus untuk membantuku". Jawab Pastor Jovan kepada Pastor muda Karlo dengan memberikan seulas senyuman.
"Ayo kita bergegas kedalam,hari sudah mulai gelap! ". Ajak Pastor Jovan kepadanya.
"Baik Pastor Jovan! ". Jawab Pastor muda Karlo dengan singkat.
Haripun berlalu,
Saat hari sudah mulai senja di keesokan harinya,disaat Pastor Jovan dan Pastor muda Karlo sedang membenahi halaman luar gereja,lalu setelahnya mereka sedang memangkasi ranting dan daun yang sudah tumbuh tidak beraturan pada tanaman-tanaman ditaman gereja,tiba-tiba ada salah satu warga desa yang tergesa-gesa menghampiri mereka.
"Pastor, tolong saya.Saya mendengar teriakan Adik saya dari balik pintu rumah kami pada bagian belakang rumah,seolah-olah ada seseorang yang menyeretnya.Sebenarnya saya ingin menghampirinya,tetapi saya ragu karena saya takut". Ujar pria itu kepada Pastor Jovan dan Pastor Karlo,sambil terengah-engah.
Lalu dengan segera mereka meninggalkan pekerjaan mereka yang sedang merapikan tanaman-tanaman pada taman gereja.
"Baiklah, tolong jangan panik!. Kami akan segera kerumahmu". Jawab Pastor Jovan kepada pria itu.
"Mari kita bergegas kesana, Karlo!". Ajak Pastor Jovan kepada Pastor Karlo.
"Baik Pastor". Jawab Pastor Karlo singkat.
Dan segeralah mereka bergegas kesana. Dan mereka pergi ke halaman belakang rumah pria itu. Dan mendapati vampire Vlade sedang berusaha menggigit leher adik pria itu. Dengan sigapnya Pastor muda Karlo mendahului Pastor Jovan menyerang vampire Vlade itu
Pastor muda Karlo segera memercikkan air suci kepada vampire Vlade.
"Aaaaargghhh....panas!!!" Erang vampire Vlade yang sedikit terbakar karena percikan air suci itu.
"Berani-beraninya kalian mengusikku!". Jawab vampire Vlade yang marah karena aksinya yang saat akan menyantap mangsanya digagalkan oleh Pastor muda Karlo itu.
"Enyah kau dari sini, makhluk kegelapan!!. Ucap Pastor muda Karlo mengusir Vlade.
"Baiklah anak muda,asal tepati janji mu padaku tempo hari itu kepadaku. Kalau tidak,aku akan membuat kekacauan besar didesa ini.Camkan itu, haaa...haaa...haaa!!!". Vampire Vlade tertawa sinis kepadanya lalu tiba-tiba segera menghilang dibalik rimbunnya pepohonan
"Apa yang dimaksudkan vampire itu, Karlo??". Tanya Pastor Jovan kepadanya
"Ah tidak, bukan apa-apa Pastor". Jawab Pastor Karlo dengan santai.
"Yang jelas kita sudah menyelamatkan adik pria ini!".
"Terimakasih Pastor,anda sudah menyelamatkan nyawa saya".ucap perempuan muda adik pria itu
"Iya saya juga sangat berterima kasih kepada anda.Tanpa anda, saya tidak tau hal buruk apa yang akan menimpa adik saya". Ujar pria itu kepada Pastor muda Karlo.
"Ah, jangan begitu.Sudah sewajarnya saya menolong karena memang melayani didesa ini adalah tujuan utama saya yang datang jauh-jauh dari ibukota". Jawab Pastor muda Karlo kepada pria itu.
"Jangan lupa pastikan kunci rapat-rapat rumah anda, dan selalu letak untaian bawang putih beserta tanda salib di pintu depan maupun belakang rumah anda!". Ujar Pastor muda Karlo kepada pria itu sekali lagi.
"Kami mohon pamit pergi ya, pak!".
"Iya, saya dan nak Karlo mohon pamit untuk kembali pulang ke asrama gereja". Pastor Jovan pun juga pamit kepada pria itu.
"Sekali lagi terima kasih atas pertolongan kalian berdua,Pastor!".Semoga Tuhan selalu memberkati dan menyertai kalian semua", ucap pria itu sambil memberikan senyuman kepada mereka berdua.
" Baiklah, sama-sama.Kami mohon pamit ya!".
Pastor Jovan dan Pastor muda Karlo pun melangkah pergi meninggalkan rumah itu,kembali menuju gereja desa.
Dan sesampainya digereja Pastor Jovan masih penasaran tentang ucapan vampire Vlade itu kepada Pastor Karlo.Dia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi di hutan desa waktu itu.
"Karlo,sebenarnya hal apa yang telah kau janjikan kepada Vlade di waktu itu didalam hutan desa?", tanya Pastor Jovan kepada Pastor Karlo penasaran.
"Begini pak Pendeta,saya hanya sedikit mengelabuhi vampire Vlade itu, dengan mau menjadikan diri saya sebagai ganti anak kecil itu. Tetapi disaat Vlade akan menggigit saya, saya buru-buru mengambil kelinci kecil dari saku saya, dan meletakkannya pada leher saya,sehingga bukan sayalah yang digigit oleh Vlade, tetapi kelinci itu. Kelinci itu tidak sengaja saya dapatkan sewaktu mengajar Vlade didalam hutan.Segera setelah Vlade menghisap darah kelinci itu, dia mengajukan untuk memberikannya 10 ekor kelinci setiap bulan purnama tiba. Dan saya pun menyanggupinya. Asalkan desa ini kembali tentram seperti semula". Pastor muda Karlo menjelaskan rincian kejadian dihutan saat itu kepada Pastor Jovan.
"Kenapa hal itu kau lakukan, Karlo?", Vlade itu makhluk kegelapan yang licik penuh tipu muslihat". Pastor Jovan sedikit marah mendengar penjelasan Pastor Karlo.
"Saya tidak bermaksud apa-apa Pastor Jovan, h anya saja jika saya menjanjikan hal itu kepada Vlade, setidaknya anak kecil itu bisa selamat. Dan kebetulan saja saya juga lupa bahwa hari ini adalah hari bulan purnama penuh, saya baru menyadarinya ketika pria tadi tiba-tiba saja kemari". Ucap Pastor Karlo mencoba menjawab pertanyaan Pastor Jovan
"Baiklah terserah kau saja,Karlo. Aku hanya memperingatkanmu karena bisa saja Vlade yang licik itu mempunyai rencana jahat lain yang tidak kita ketahui. Aku agak merasa lelah, aku mau beristirahat dulu,Karlo.Selamat malam!!".
Dengan helaan nafas yang berat Pastor Jovan mulai melangkah menuju kedalam kamarnya di sudut belakang asrama gereja.
"Selamat malam juga, Pastor Jovan.Semoga anda bermimpi indah!", jawab Pastor Karlo seadanya.
Dan setelahnya, Pastor muda Karlo hanya terdiam saat Pastor Jovan melangkah pergi menuju kamar tidurnya.