Mama pun mengangguk, menyahuti ucapan Riza, ia tidak akan menyalahkan sang anak yang kini sudah tampak tak berdaya. Ia masih menunggu apa alasan Riza hingga membuatnya sampai seperti ini. Orang tua mana yang tak terpukul saat melihat sang anak tiba tiba jadi tak berdaya begini.
Thella berusaha mengatur napasnya yang terasa memburu karena emosi yang melingkupinya. Setelah merasa stabil, Thella pun berusaha mengatur kata kata yang akan ia keluarkan, untuk menyahuti ucapan Riza tadi. Sejenak, ia kembali menghapus air matanya lagi, yang enggan berhenti untuk keluar karena sedih melihat kondisi Riza.
Thella menggapai punggung tangan Riza, menggenggamnya dengan lembut. Matanya kini menatap sosok itu dalam dalam, lalu tersenyum lagi untuk berusaha menenangkan Riza. Berusaha menyampaikan bahwa