Katie bersenandung ria sambil menenteng bekalnya yang dibawanya untuk Dannis. Di luar ruang Dannis mendapati wanita cantik dengan rambut pirang. Katie merasa belum pernah melihat wanita itu.
"Mungkin itu sekretaris barunya," pikir Katie.
"Selamat siang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita pirang itu dengan ramah.
"Iya, saya mencari Dannis. Apakah dia ada di ruangannya?"
"Maaf, Nona. Beliau sedang ada tamu, dan kamu sudah membuat appointment dengannya?"
"Tidak. Apakah itu perlu?"
Wanita itu tersenyum. "Tentu saja, Nona. Kamu kira Tuan Dannis itu pria yang bisa ditemui kapan saja?"
Katie mengerutkan keningnya. Ia merasa disindir oleh wanita pirang di hadapannya.
"Apakah aku butuh membuat appointment dengan calon suamiku sendiri?"
Wanita itu tampak terkejut dengan penu