" Kenalin dulu ,ini Bu Tina, ini suaminya pak joko dan yang itu anaknya mas Anto." Sambil bersalaman lagi aku pun menjawab " kenza Tante , kenza om, kenza mas". Setelah berkenalan aku pikir aku bisa pergi tapi tunggu dulu sepasang suami istri dan anaknya mau apa mereka. Kan kakakku sudah menikah semua kucoba menepis pikiran itu. Sebelum sempat berucap apapun Seakan ibu tau pemikiranku dan menyuruhku duduk.
"" Duduk dulu ,de...."" Ucap ibu
"" Iya Bu "" jawabku sambil mendaratkan tubuhku kekursi yg kosong.
Sebelumnya bapa mau ngasih tau kamu Za , klo kedatangan pak Joko dan Bu Tina ini kesini bersama mas Anto itu ingin meminang kamu."" Jantungku terasa berhenti ,, apa -. Apaan mereka Dateng - Dateng mau ngelamar aku enak aja gak "" batiku mengejek.
" Kenza Saputri ........"" Pangil bapaku mengembalikan fokus ku pada nya.
"" Iya pak."" Jawabku...
"" Kamu dengar bapa ngomong ,gak "" tanya bapa yg sepertinya memperhatikanku yg melamun.
"" Iya pak saya nyimak kok."" Jawabku menunduk karena tak enak dengan bapak.
"" Iya gitu De maksud Bu Tina dan pak Joko.,, Bapa juga gak maksa karena nantinya kamu yang jalani,, tapi dipikirin dan jaga perasaan om dan Tante ya ndo."" Jelas bapa yg sedikit membuat aku berfikir kata apa yg harus aku sampaikan. Dalam diam aku masih dipikir ,, dan ibu memang yg selalu mengerti keadaanku. "" Silakan Bu ,pak diminum teh nya ....!! Silakan mas Anto dicobain cemilan buatan ibu."" Ucap ibu menawarkan minum dan cemilan yang sejenak bisa membuatku berfikir lebih lama....
Keadaan kembali sunyi,, akhirnya bapa membuka obrolan kembali.
"" Maaf sebelumnya memang nak Anto kenal kenza dimana.....? Pertanyaan bapa sontak membuatku terkejut tapi juga mewakilkan pertanyaan itu dariku.
Aku harus menyimak jawaban Bambang didepaku ini.
"" Maaf pak sebenarnya saya KKN di SMP kanza waktu dia SMP pak.""
"" Oawalah gitu toh."" Jawaban ibu dan bapa kompak.
"" Kok kenza gak tau mas.....!"" Aku memberanikan diri untuk bertanya
"" Karena saya masuk pas semester dua ,, dan saya dibagian BP. "" Jawabnya yang membuat aku manggut - manggut karena memang aku anak baik gak pernah masuk BP.
"" Dan kamu lgi sibuk dengan ujianmu"" sambungnya......
Jujur ada sedikit rasa nyaman saat aku bicara dengannya tapi apa yang aku fikirkan ,, bagaimana dengan Erik. "" Klo gitu kenapa anda berfikir untuk meminang saya , yang bahkan ngobrol saja belum pernah"" tanyaku heran....
"" Saya juga gak tau dari mana rasa ini tapi setia melihatmu ada rasa yg sulit untuk diucap.,dan kadang saya ingin sekali marah saat kamu bersama Erik "" jelasnya membuatku melotot tak percaya dengan apa yang aku dengar diakhir kalimatnya.
"" Erik siapa ? Dan kenapa mas Anto harus marah ?? "" Tanya bapa yg penasaran membuatku sedikit takut akan apa yg mas -mas itu jawab nanti Karena aku dan Erik termasuk yang bisa dibilang pasangan mesra wlopun jujur aku belum pernah ciu*an bi*ir hanya pipi dan dahi. Karena kepercayaan yg aku yakini bahwa ciu*an bi*Ir akan membuatku hamil., Aku juga gak tau dari mana kepercayaan seperti itu ku miliki.
Ku yakinkan hatikuu bahwa jawabannya tidak akan membuat bapaku malu. Karena memang kami hanya pacaran digaris normal atau lebih tepatnya saling melempar pujian dan rayuan sebagai penambah semangat. Aku dengan pikiranku dan mungkin mas - mas itu sedang merangkai kata.
" Ough itu pak ,, Erik sepertinya temen dekat kanza...... Karena mereka sekelas dan selalu keluar bersama."" Ucapnya dan aku menghebus nafas pelan ada kelegaan dalan hatiku.
Tapi kulihat bapa masih penasaran dan bersiap bertanya lagi Tapi ibu menggenggam tanggan bapa hingga bapa mengerti maksud ibu dan mengurungkan untuk bertanya. Memang ibu malaikat tak bersayap selalu paham situasiku.
Ku lihat kejam dinding sudah pukul 8 malam ,, satu jam yang terasa sangat lama buatku. Dan akhirnya aku memberanikan diri untuk berpamitan kebelakang dulu untuk sekedar ganti baju karena aku masih berpakaian sekolah.
" Pak, Bu ,om ,Tante , mas saya permisi kebelakang dulu yaw mau ganti baju...""
"". Ya sudah tapi kalau sudah selesai nanti kesini lagi ya de, karena kamu belum memberi jawaban untuk tamu kita "" tutur bapa yang pelan tapi mengena ke ulu hatiku.....
"" Baik pak """ aku melangkah masuk kekamar untuk mengambil pakaian.
Pikirku mandi membuatku bisa berpikir jernih. Setelah selesai dan kembali aku lihat bapaku dengan mimik muka yg sedikit kecewa ku gak tau apa yg membuatnya kecewa. Kulihat jam dinding pukul 9.
Yang aku yakin bahwa pasti bapa kesel karena aku lama sekali .
Aku duduk kembali disisih ibu dan akhirnya pak Joko yg dari tadi hanya menyimak mulai mengeluarkan suaranya.
"" Baik de kanza ,, om mau tanya lagi yg tadi bapamu sampaikan ...! Apa kenza bersedia dipinang oleh anak bapa yg bernama Anto. "" Ucap pak Joko.
Aku berpikir sejenak ,belum sempat aku mencoba menjawab pak Joko melanjutkan ucapannya.
"" Mungkin anak bapa kurang rupawan apalagi anak bapa masih terhitung guru magang tp ingsya Allah rejeki datang dr tempat yang lain."" Waduh bapa ini membuat hatiku melemah karena merendahkan dirinya dan anaknya.
Padahal td selagi aku dibelakang ibu menghampiriku dan menceritakan siapa mas Anto ini. Anak juragan kaya yg membuka bengkel mobil sendiri tanpa bantuan bapa ibunya. Tapi klo dilhat dr kata -. Kata pak Joko seolah - olah mereka keluarga miskin yg melamar orang kaya.
Tak lama berfikir aku yg mulai mengantuk akhirnya berbicara.
"" Sebelumnya saya dan keluarga sangat berterimakasih bapa sekeluarga mau bertamu dirumah kecil kami"" jawabku yg menyesuaikan ucapan pak Joko sebelumnya.
" Sebenarnya mas Anto ini pria yg pasti menjadi pasangan yang bisa dibilang sempurna tapi saya masih kecil untuk mendapat pinangan. Dan saya masih ingin belajar dan mengenal berbagai kriteria., Saya tidak bisa menolak atau pun menerima karena jika menolak saya tidak tau takdir Allah. Jika menerima setahu saya gadis yg sudah dipinang pria tidak diperbolehkan bersama pria lain saya masih takut untuk hal itu karena jujur disekolah banyak temen pria saya., Seperti halnya seperti mas Anto bilang taadi.""
Gak tau kata bijak dari mana yg aku contek sebagai jawaban panjang lebar. Tapi setelah mengatakan itu hatiku lega yang mana artinya aku tidak menolak dan melukai perasaannya dan juga tidak menerima yg bakal melukai perasaanku dan Erik tentunya. Aku tersenyum saat melihat mimik muka bapa dan ibu sedikit lega. Setelah mas Anto menjawab ucapanku bahwa dia akan mencoba menunggu dan hingga aku siap mereka pun berpamit pulang karena sudah jam sudah menunjukan pukul 10 malam
POV end
Kenza akhirnya masuk kamar dengan masih memikirkan perkataan tamunya yg akan mencoba menunggu hingga kenza siap.saat sedang dalam pikirannya sendiri tiba - tiba pintu diketok.
Tok tok tok..,
" Kenza ini ibu de "" suara dari luar terdengar....
" Masuk Bu,, kenza gak kunci pintu kok "" jawab kenza.
Ibu Siam pun duduk dipinggir kasur busa kanza,, sambil tangannya mengusap - usap rambut kenza Bu siam mulai bicara "" ternyata kenza ibu sudah dewasa , bisa membuat keputusan dengan bijak " ucap Bu siam dengan lembut.....
Bersambung.