"Mike hentikan"
"Ibu sudah cukup muak melihat kalian berdua bertengkar selama perjalanan" Ibu mengambil topi biru di dalam loker mobil dan memasang di rambut pirang untuk menutupi raut muka kesal di wajah bulatnya
Ibu memiliki masalah hari hari ini karena pekerjaan di tempat kerjanya
"Aku minta maaf Alan"
Aku memberikan mainan robot kuning yang ku rebut darinya dan ku keluarkan dari kantong jeans abu abu yang kupakai
"ya ya" Jawab Alan,lalu mengambil mainan robot berwarna kuning dan kembali memalingkan wajahnya ke jendela mobil
"Bu lihat pelang itu"
"hanya 2 km lagi kita akan sampai,cepat bu,cepat aku ingin beli mainan mobil mobilan pemadam yang sedang trend"
Alan adikku berkata dengan penuh semangat dan rasanya seperti akan merusak telingaku
"Pelankan suaramu,apa kau tidak melihat ibu sedang konsentrasi menyetir didepan"aku mencubit lengannya yang tebal dengan daging
Alan adik ku dia berbadan gemuk,memiliki bintik merah pada mukanya juga dia sangat berisik sepanjang hari
Ibu mengabaikan suara kami dan mengeraskan suara musik kesukaannya di kursi depan.
Hari sudah mulai gelap,tampak lampu lampu kendaraan lain menyinari mobil kami dengan terang.Ibu menepi di sebuah motel tingkat 2 berwarna biru tua dan bertuliskan Black Motel.
Ibu memelankan suara musik dan memalingkan wajahnya ke belakang di tempat kami duduk
"Baik anak anak,ibu rasa kita perlu menginap dan beristirahat sampai esok pagi dan meneruskan kembali perjalanan kita saat hari mulai terang.
Kondisi mobil kakek yang dibawa ibu tidak cukup baik.Lampunya yang redup dan hanya menyala saat dipukul berulang kali dan juga kaca spionnya yang buram.
"Ting ting" suara bel yang ditekan ibu di dalam motel
"Ting ting"
Lelaki kurus tinggi mengenakan kemeja abu abu keluar dari dalam ruangan penyimpanan di motel dan mengeluarkan beberapa pernak pernik untuk menaruhnya di meja lobby
"Ada yang bisa saya bantu?"
Ucap lelaki di motel itu sembari membersihkan debu dan noda pada kemejanya
"Kami ingin menginap sampai besok pagi apakah ada kamar kosong disini?"
"Oh tentu disini memiliki cukup banyak kamar hanya saja banyak cat merah di dinding kamarnya" ujar pria itu sedikit gugup
"Hei alan lobby motel ini sangat membosankan mari kita memutari sisi luar motel jelek ini"
"Ya kurasa disini agak membosankan tapi sebelum itu aku ingin menemui ibu sebentar" ia berlari dengan perut buncitnya dan mendatangi ibu
"Ya kami akan menginap disini,berapa biayanya" ucap ibu dan mengambil dompet coklat di tas untuk mengeluarkan beberapa uang
"Disini tidak menerima mata uang berwarna hijau yang kau bawa itu nyonya kami memakai mata uang sendiri"
"Hah" Aku tidak pernah mendengar hal itu,ucap ibu mengerutkan dahi nya
Aku menyeret kakiku maju dan mundur menyeret pasir putih di samping pelang hotel sambil bersandar di tiang hotel
(fiuh)Aku menghela nafas "sebaiknya aku masuk menemui Alan dan ibu didalam disini sudah mulai dingin dan gelap"
Aku menatap jalanan yang sunyi dan gelap dari depan hotel sebelum masuk ke dalam menemui mereka.
Aku kembali menyeret kan kakiku ke tanah tanpa melangkah di atas nya karena kupikir itu akan mengatasi rasa takutku di gelap malam ini
Melangkah masuk ke hotel,Aku hanya melihat lobby yang kosong dan berdebu.Lantai ini terasa lembab dan dingin
Aku memasukan tanganku ke dalam kantong jeans abu abuku dan menaikan tudung kepala hoodie yang kukenakan agar dingin ini tidak membuatku kedinginan
"Bu....Alan..."
Tidak terdengar suara apapun hanya
terdengar suara angin dan pohon yang ditiup angin dari arah luar
"Bu......kring kring....." Aku memanggil sembari menekan bel.
Aku menjadi panik,nafasku menjadi pendek
Aku menyadari bahwa asma ku mulai kambuh,aku menarik resleting tas ku dan mencoba meraih inhaler merah yang ku bawa.
Aku berhasil meraih dan memasangkannya pada hidungku segera menarik nafas yang panjang.
Aku mengarahkan pandanganku ke depan dan pandanganku menjadi buram dan semakin buram namun aku sempat mengarahkan pandanganku ke arah hotel dan melihat gedung hitam tinggi dan di pintu masuk terlihat salah seorang yang kurus dan 2 lainnya.
Angin berhembus di wajahku dan sinar panas mengenai seluruh tubuhku.
Kepalaku terasa berat dan badanku terasa sakit dengan tas yang tertimpa di bagian punggungku dan membuka mataku secara perlahan sembari menggerakan tanganku untuk meraba sekitar.