Bukan mawar penghias taman,
tetapi melati pagar bangsa.
----------------
Hujan deras mengguyur kota Seoul pagi ini, suasana dingin pun mulai terasa menembus diri .
Sesaat sebelum itu,
Aula KBRI Korea Selatan hening, tegang mendengar laporan peristiwa mencekam kemarin malam.
“Telah dilakukan Operasi Gabungan
Kilat Sigap yang dilaksanakan pada
1 juli 2019 pukul 16.57 Waktu KorSel untuk menyelamatkan 4 orang sandera dan pensterilan bom di lokasi pengembangan sumber energi terbarukan milik UN ( PBB ). "
“Seluruh sandera berhasil diselamatkan,
namun Kapten tim operasi dan seorang Letnan Dua hilang pasca ledakan bom.
Setelah 24 jam pencarian dinyatakan, nama :
1. Kapten Park Ki Yong dari Korea Selatan,
2. Letda ( Letnan Dua) Rayna Enzi Falguni dari Indonesia.
Dinyatakan gugur dalam tugas.
Laporan selesai."
Meski bukan misi resmi dan terencana, tapi bagi kami ini adalah sebuah operasi penyelamatan atas dasar rasa kemanusiaan.
Pada akhirnya, riuh hujan di luarlah yang berhasil memecah keheningan Aula besar itu...
----------------
Aku...
Abdi Pertiwi yang harus melalui banyak hal untuk sampai di titik ini,
Dititik saat ketakutan dan trauma masa lalu telah mampu kuhadapi.
Saat tuhan berkata aku mampu mengarungi takdir yang pilu ini, aku bahkan sempat ragu terhadap diriku sendiri,
Dan akhirnya aku berhasil bertahan dan berhasil menjadi pribadi kuat seperti saat ini.
Aku Ikhlas dan bangga jika harus gugur dalam tugas, tidak ada secuilpun ketakutan di sanubari. Itu adalah kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit.
Salam komando!!!
----------------
Menerima Takdir
6 tahun lalu, saat di semester akhir Sekolah Menengah Atas...
Aku tertidur di kelas saat jam istirahat. Badanku terasa tidak enak sejak pagi.
“ Na..Na...Rayna..” Suara itu berusaha membangunkanku.
Aku mengenali suara itu. Setengah tertidur kulihat Dira berada di sampingku.
Dia adalah petugas UKS perwakilan kelas.
Mungkin ia heran melihatku tertidur dikelas karena selama ini belum pernah sekali pun aku tidur di kelas.
“Rayna..wajah kamu pucat loh. Kamu lagi gak enak badan?
“Sedikit”, jawabku singkat
"Kamu lebih baik ke UKS saja, istirahat. Disana kan kamu bisa tiduran . Nanti aku buatkan teh hangat deh.."ucap dira dengan nada mengajak.
Setelah bangun dengan kesadaran penuh, akupun membetulkan jilbabku yang semrawut karena tidur senderan di meja.
“Kamu tulus mau nganter aku ke UKS atau ada niat lain yang terselubung..? ujarku setengah bercanda walau dengan nada lirih.
"Tau aja nih si Rayna.. "ucap dira diiringi tawa kecilnya.
“Nanti kan jam PJOK, hari ini praktek ke lapangan...maless...
Apa cuma di SMA ini ya, banyak anak perempuan malass olahraga???
???
----------------
Akhirnya aku diantar oleh Dira ke UKS.
Keadaan UKS saat itu sepi. Aku kemudian tiduran di atas kasur yang menurutku gak ada empuk2nya.
Tak lama kemudian aku pun tertidur. Selang beberapa menit, aku tiba-tiba terbangun dengan perasaan takut dan terkejut.
Melihat itu, dira menghampiriku.
“Kamu kenapa Rayna”. Dira bertanya cemas
Aku tergugu untuk beberapa saat..
“Aku..aku..baik-baik saja.” Jawabku buru—buru
Rasanya aku mimpi buruk, tapi aku tidak ingat mimpi buruk apa yang barusan aku alami.
Angin dingin menyeruak masuk melalui pintu UKS, ternyata langit sudah mengabu, hujan pun menjawab mendung.
----------------
Berita update SumBar 24 jam.
“ Telah terjadi kemacetan panjang di jalur Sitinjau Laut diakibatkan oleh longsornya tebing setinggi 25 meter dan menimpa satu unit sedan dan satu unit motor di kiri ruas jalan Padang-Solok Selatan."
“ 3 orang penumpang sedan hitam yang diduga merupakan satu keluarga tertimbun material longsor. Seluruh penumpang tewas, ditambah pemotor asal padang juga turut menjadi korban tewas."
Penumpang sedan hitam itu..Ayah, Ibu, dan Adikku.....
****************
Bersambung....
Nantikan kelanjutan kisahnya ya sahabat...terima kasih