Bila aku pergi, aku tau kau akan menangis
Bila esok kau bisa tersenyum kembali,
Berarti kau memang menginginkan ku pergi
Yanu POV
"Cukup, kau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dan untuk mu, emm zian. Nama mu lebih cocok sebagai anak perempuan. Aku memaafkan mu"
aku bergegas keluar dari ruangan itu, aku kembali menengok meja ku. Siska belum datang juga ? apa dia lupa ?
Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif
Hey kemana dia, kalau aku tinggal pasti ngamuk-ngamuk. Sudahlah aku tunggu saja. Mata ku terasa berat, hampir 1 jam aku menunggu rasanya aku mengantuk. Padahal aku sudah meminum 2 gelas kopi disini, tapi hoammm.....
"Hey nona, bangun"
suara itu terdengar berat, ah aku mungkin sedang bermimpi.
"nona toko sudah mau tutup"
aku tersentak mendengar suara yang ku anggap mimpi itu
"hah apa ? tutup, memang ini jam berapa ?"
dia lagi, laki-laki yang menumpahkan kopi sekarang mengusir ku ?
"jam 10 malam, dan kau tertidur hampir 4 jam disini"
aku bingung, 4 jam ? selama itu ? aku mengambil HP ku dan ada missed call juga pesan dari siska
Siska
Bep, gue ga jadi dateng. Tiba-tiba ga mood buat pergi
Ya tuhan, ada apa dengan ibu-ibu hamil ? apa mereka selabil itu ?
"kau mau pulang atau menginap disini?"
"tentu saja aku pulang"
Dengan memasang wajah masam & kebingungan, aku bergegas membawa tas ku keparkiran
"memalukannnnnnn, kenapa aku bisa seperti gelandangan tidur di toko itu"
teriak ku didalam mobil, aku rasa aku memang sangat butuh tidur. Tapi bukan disini, aku harus bisa menyetir sampai kerumah.
Zian POV
hemh, dia masih sama seperti dulu. Tertidur ditempat yang tidak semestinya. Ini sudah hampir 4 jam, aku melarang seseorang untuk membangun kannya. Aku rasa dia kelelahan, atau dia bosan menunggu seseorang. Siapa ? apa itu kekasihnya ? Ahh apa peduli ku !
"hey zian, siapa dia tidur seenaknya ditoko ku?"
"biarkan, nanti aku yang membangunkannya"
"tapi itu mengganggu pemandangan ku"
"kalau begitu jangan pandang dia fandra!"
kenapa wanita itu sangat menyebalkan, selalu seenaknya kalau bicara. Aku tau franda memang pemilik toko roti ini, tapi dia sangat berbeda dengan ayahnya yang sakit dan memberikan toko ini padanya. Apa lagi saat dia menspesialkan ku dibanding pegawai lainnya. Meski dia bertelanjang didepan ku, aku tetap tak tertarik padanya.
"Hey nona, bangun....nona toko sudah mau tutup"
dia bangun lalu mengusap-usap wajahnya, itu sangat lucu.
"hah apa ? tutup, memang ini jam berapa ?"
"jam 10 malam, dan kau tertidur hampir 4 jam disini"
benar saja dugaan ku, dia menunggu seseorang.
"kau mau pulang atau menginap disini?"
"tentu saja aku pulang"
Haha ternyata dia galak juga, aku suka wanita seperti ini. Menantang !
dia berlari kecil kearah parkiran & menaiki mobilnya. Hampir 30 menit mobil itu diam, lalu kemudian berjalan. Aku hanya bisa tersenyum, emm nona ! aku berani taruhan, kau akan begitu lembut kepada ku nanti.
"Dompet siapa ini?"
aku membuka dompet yang jatuh di depan pintu toko,
"Yanuar sukma wijaya... Kita akan bertemu lagi nona manis"
aku memasukan dompet itu kedalam tas, mungkin besok aku akan mengembalikannya. Setidaknya malam ini aku bisa memandang fotonya, wajah yang 4 tahun ini membuat ku tak lagi tertarik pada wanita. Aku bukan gay, tiap kali ada yang mendekati ku hati ku seakan tertutup. Aku terus memikirkan wanita yang tidur dikamar ku, lalu pergi tanpa bilang apapun ! Ya kau membuat ku gila nona .
Yanu pov
drttt drtttttttttt
akhh siapa sepagi buta ini menelephone ku. Aku sedang tidak enak badan, jadi kuputuskan untuk cuti. Aku lelah sekali.
"Halo"
"Pagi bu yanu, maaf saya mengganggu. Saya kehilangan kartu nama Tuan Albert bu, di buku telephone tidak ada, apa ibu punya?"
"Ya kartu namanya saya ambil kemarin, nanti saya kirim nomornya"
"Terima kasih bu, pagi"
aku membangunkan tubuh ku menuruni lantai yang dingin. Rasanya aku ingin jadi ulat keket saja yang meringkuk di daun. aku menarik tas ku dan meraba-raba isinya.
"Kemana dompet ku ?"
aku mencoba mengingatnya, kemana dompet ku ? sebentar, semalam aku buru-buru membawa tas ku tanpa di tutup di toko roti. Apa mungkin disana ? apa aku harus kesana ? aku pasti bertemu laki-laki bernama perempuan itu. Coba saja dia tidak menyebalkan, dia itu kan ganteng ! Tunggu kenapa jadi fikiran ku kesana-sana sih, sekarang lebih baik aku mandi dan ketoko itu lagi. Atau kekantor polisi langsung saja ? awww kepala kuu..... seketika sekeliling ku terasa gelap
Zian POV
Aku berjalan melewati sebuah loby mewah, memasuki lift dan menekan tombol. Suasana lift ini benar-benar mewah. Ukiran kayu disudut dinding menambah kesan tradisional. Tingggggg..... aku sampai. Nomor 583, aku menekan tombol bel. Lama sekali dia, hampir 30 menit aku menunggu. Lalu pintu itu terbuka, aku melihat nona manis ku berdiri diambang pintu dengan mini dress bunga selutut, juga rambut yang masih basah. Dia sangat menggoda ! Sungguh, dress itu tidak menutupi lengan ramping dan juga kaki jenjangnya. Luar biasa indah, aku ingin segera mendorongnya ketembok dan menciumi leher jenjang itu.
"lo, apa yang lo lakukan diapartement gue? ohh.. lu buntutin gue ya? lo mau nyulik gue ya kan ngaku ?"
Menculik ? kalau aku mau menculiknya, kenapa tidak dari kemarin saat dia tertidur.
"lo pergi dari sini, atau gue panggil satpam buat ngusir lo"
"hey gue kesini mau balikin dompet lo yang jatoh. apa untungnya nyulik cewe galak kaya lo"
dia terlihat kaget, lalu mengatupkan giginya
"oke thanks, sekarang bisa lo pergi?"
"hey, gue udah bantu lo. masa disuruh pergi, tamu adalah raja ! minimal lo kasi gue minum dong yanuar sukma wijaya"
"kok lo tau nama gue?"
aku mendorongnya masuk, aku seperti masuk ke kantor polisi saja.
"siapa yang nyuruh lo masuk?"
"ga ada"
aku langsung duduk disofa, sambil mendengar langkah kaki mungilnya berjalan
"ga sopan banget sih, kenapa gue harus ketemu sama lo lagi?"
"mungkin kita jodoh?"
aku melihat tatapannya berubah lebih mengerikan dari sebelumnya, lalu dia menghembuskan nafas panjang,
"oke, mau minum apa tuan bernama perempuan?"
"nama gue zian"
"ya baiklah tuan zian. Teh mungkin?"
"2 gelas"
dia melangkah kepantry dan aku mendengar denting gelas beradu
Yanu POV
Ada apa dengan dia, dia menyebut ku galak ? memang dia tidak sadar kalau dirinya lebih jutek dari laki-laki umumnya. Aduh kenapa kepala ku ini ? rasanya pusing dan agak berputar. Aku fikir mandi bisa menghilangkan pusing ini, tapi arghhhh..... sakit.
"Hey zian, bisa bantu gue?"
membantu ku? kenapa aku meminta tolong padanya ? aku ingin berbaring dikasur dan aku rasa aku tidak bisa berjalan. kaki ku seperti jelly, aku bersandar di meja makan & memegangi sudutnya agar aku tak jatuh. ku dengar langkah kaki berjalan cepat kearah ku, sebelum aku melihatnya, dunia ku terasa hitam.
Zian POV
"Kenapa?"
ya tuhan, tubuh mungil itu terkulai dilantai, rambut indahnya berserakan disana, aku segera berlari dan membridalnya. kamar disini hanya 1, dengan nuansa serba putih. aku menidurkannya di kasur dan mengecek suhu badannya. dia tidak demam seperti dulu, lalu kenapa dia ? aku melirik telephone yang ada disamping kasur, membuka sebuah buku dan memencet tombol receptionist
"halo, bisa tolong panggilan dokter.. saya zian, kerabat saya pingsan.... kamar nomor 583. Tolong cepat... thanks"
dia terlihat pucat, bibir itu terlihat memutih. Kenapa dia? apa dia kelelahan ? kemarin dia tertidur di toko & sekarang dia pinsan ? apa jadinya kalau tidak ada aku ? aku sungguh ketakutan. aku menutupi tubuhnya dengan selimut!
ting tong...
"sialan, lama sekali dia"
aku berlari kepintu dan membukanya, seorang wanita berjas putih terlihat paruh baya tersenyum pada ku. aku tidak bisa membalas senyuman itu, apa dia tidak tau kalau gadis ku pingsan ? tunggu dulu gadis ku ?