Aku tidak tau mengapa aku bisa disini, sebuah hutan yang sangat lebat dan menyeramkan. Tampak pohon-pohon yang berukuran sangat besar dengan daun lebar serta dahan yang hanya tumbuh di sisi kiri dan kanan pohon pohon itu, membuatnya terlihat seperti memiliki tangan. Spontan muncul pertanyaan di dalam kepalaku. Dimana aku, mengapa aku bisa berada di tempat ini, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku berada di tempat ini, tapi mengapa?. Aku mulai menyusuri hutan ini melalui jalan setapak yang selalu berbelok-belok menanjak dan menurun. Beruntung cahaya bulan saat ini sangat membantu diriku yang yang kini tengah bingung dan ketakutan. Terdengar suara-suara aneh dari dalam hutan yang membuat siapa saja pasti merinding saat mendengarnya, begitupun aku. Suara-suara mahkluk saling bersahutan, panjang, berat dan melengking yang tak aku ketahui jenis hewan apa. Karna yang kutau, suara hewan alam saat dimalam hari tidak seperti ini, dan tidak semengerikan ini.
Aku merasa seperti ada sesuatu yang terbang melintas di atasku. Benar saja, saat ku liat ke atas, tampak mahkluk aneh seperti kelabang seukuran mobil Lamborghini dengan gigi tajam dan sayapnya yang seperti kelelawan tengah terbang melintas melewati dahan pepohonan. Dan what the hell, jumlah mereka ada banyak.
Karena takut yang semakin menjadi-jadi dan darah serta adrenalin semakin memompa deras, ku percepat langkah ku sedikit demi sedikit hingga sampai pada sebuah tempat yang pohon-pohonnya berbaris memanjang dengan posisi kiri miring ke kanan dan sebelah kanan miring ke kiri membentuk sebuah lorong panjang yang sangat gelap dan menyeramkan. "GRAWL," terdengar suara yang sangat melengking dan memekakan telinga dari dalam sana, hingga membuatku harus menutup telingaku dengan kedua tanganku. Lorong itu seperti tengah dijaga oleh monster yang besar dan mengerikan. Dan entah mengapa aku memberanikan diri untuk mendekati lorong itu sedikit demi sedikit. Jujur saja, aku saat ini sangat ketakutan, bahkan sendi sendiku seperti tidak mampu lagi menahan berat tubuhku akibat rasa takut dan bingung bercampur menjadi satu di dalam kepala ku. Kuberanikan diri untuk mulai mendekati lorong itu karena sepertinya aku tidak punya jalan lain. Dan kini ku berdiri tepat di mulut lorong itu, kudapat merasakan hawa yang tidak mengenakan dari dalam sana.
"GRAWL," terdengar lagi teriakan dari dalam sana yang kurasakan semakin mendekat ke arahku. "Wushh!!." Tiba-tiba saja sesuatu yang sangat besar dan mengerikan terbang tepat melintas di atasku. Mahkluk apa itu? Terlihat kaki-kakinya berjumlah 4 dan bercakar dengan tubuhnya yang sangat panjang dan besar, sampai-sampai aku merasa perlu waktu yang lama hingga tubuhnya benar-benar melewatiku secara utuh, dan aku pikir paus biru masih terasa kecil jika dibandingkan dengannya. Bentuknya seperti ular berkaki yang sangat besar dan panjang dengan sayapnya berwarna putih dan berbentuk seperti kelelawar juga dengan tubuhnya yang berwarna putih dan bersisik.
***
26 Mei
"Sreekk! Hah...hah...hah...Dimana ini?" ku perhatikan sekelilingku yang ternyata aku masih berada di kamarku sendiri, dan masih berada di tempat tidur. Kutarik Nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan.
Aku meraba sekelilingku lalu menekan sebuah saklar, "CKLEK," seketika seisi ruangan menjadi terang.
Tunggu, jika aku tengah di kamar dan tadi aku tidur, itu berarti tadi adalah sebuah mimpi? Tapi jika benar, mengapa aku memimpikan hal itu selama 2 malam ini. Dan jika itu hanya mimpi, mengapa tampak begitu nyata. Apa yang terjadi denganku dan mengapa aku selalu bermimpi berada di tempat seperti itu?.
Mengapa selama beberapa hari ini aku merasa ada yang aneh dari diriku, dimanapun aku berada, aku selalu merasa bahwa ada yang mengawasiku dan memperhatikanku. Aku tidak tau itu hanya perasaanku saja atau aku memang sedang di awasi. Tapi yang paling anehnya adalah, 4 hari yang lalu. Saat itu aku tengah menyebrangi jalan raya yang cukup ramai, aku yang tengah terburu-buru untuk berangkat sekolah yang kebetulan dengan jalan kaki karna hari itu sialnya motorku sedang mogok tengah menyebrangi jalan raya tanpa memperhatikan sekitar, seketika tanpa kusadari sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi bergerak dengan cepat ke arahku yang tak sempat berbuat apa-apa karena syok. Disaat mobil itu telah beberapa meter dariku dan bahkan mobil itu telah sekitar 1 meter di depanku. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang memegang tubuhku lalu, "Splash," aku melihat cahaya putih terang dan merasa seperti terangkat lalu seketika itu juga aku telah berada di seberang jalan raya dan selamat dari maut yang menghampiriku tadi.
Hingga saat ini aku masih tidak tau apa yang terjadi padaku saat itu, tapi apakah itu ada hubungannya dengan mimpi yang menerorku selama 2 malam ini? Tapi bodo amat lah, aku tidak mau ambil pusing.
Aku memalingkan wajahku dan melihat jam dinding di sebelahku, ternyata jam telah menunjukan pukul 5 pagi, sebaiknya aku mempersiapkan diriku untuk kembali sekolah di minggu pertama ini. Dengan perlahan dan masih dengan malasnya aku mulai berjalan keluar kamar lalu mulai menuju lantai dasar dimana aku merasa telah ada seseorang yang telah menyiapkan sarapan di meja makan.
***
Oiyah, perkenalkan namaku adalah Lucas Anggasa, dan semua akhiran nama keluargaku adalah Anggasa. Aku saat ini masih menginjak usia 16 tahun. Dan beberapa hari lagi usiaku telah sampai pada 17 tahun. Aku baru saja menginjak kelas 11 disalah satu Sekolah Menengah Akhir ( SMA) di kota Bandung. Jujur, aku saat ini tidak mempunyai pasangan, meskipun banyak teman wanita di sekolahku mengirim E-mail kepadaku yang isinya tentang perasaan suka mereka terhadapku. Yah bisa dibilang aku sedikit populer dikalangan wanita, karena mungkin seperti kata ibuku, aku ini cukup tampan seperti ayahku.
Mengenai keluargaku, kini aku hanya tinggal bersama ibuku dan ditambah seorang pembantu di rumahku. Aku tidak memiliki saudara satupun karena aku ini anak tunggal. Tentang ayahku dia bernama Daniel Anggasa. Aku tidak tau saat ini dia dimana, dan apakah dia masih hidup atau tidak aku tidak tau. Intinya yang aku tau sebelum dia menghilang, dia mengatakan untuk pergi menyelesaikan urusan katanya. Namun hingga saat ini dia tidak pernah kembali dan itu telah berlangsung selama 5 tahun. Berkali kali upaya telah dilakukan ibuku untuk mencari ayahku namun hasinya nihil. Ya, semoga saja ayahku itu baik baik saja, aku sangat menyayanginya.
***
"Lucas, sudah bangun? Nih ibu buatkan sarapan buatmu, ibu sudah telat nih," kata ibuku, sembari mengangkatin piring ke atas meja makan saat melihatku yang dengan malasnya menuruni tangga menuju dapur.
Ibu saat ini tengah memakai pakaian dinasnya dan aku tau dia akan kemana "urusan kerja lagi yah? Sering-sering di rumah lah bu," cetusku akibat selalu ditinggal ibuku keluar kota, dengan alasan urusan bisnis kemudian pergi begitu saja hingga berminggu-minggu lamanya.
"Iya nih, ibu ada urusan di luar kota sebentar. Cuman 2 minggu aja kok. Kamu baik-baik dirumah yah. Ibu sudah telat nih. Ibu juga sudah masakkan sarapan tuh. Dah Lucas." Ibuku tampak sangat terburu-buru kemudian menyalamiku lalu pergi menuju luar rumah yang sudah ada mobil dinas lengkap dengat plat nomor merah yang telah menunggunya.
***
Pukul 06:30
Selesai sarapan dan mandi, aku kini pun telah siap untuk berangkat sekolah tapi sebelum itu aku harus menjemput seorang teman terlebih dahulu lalu berangkat kesekolah bersama-sama. Salah satu rutinitasku memang setiap pagi sejak awal masuk SMA, untuk menjemputnya berangkat bersama-sama sesuai permintaan orang tuanya, karena selain kita teman sejak lama, yah bisa hemat bahan bakar gitu katanya. Tapi itu membuatnya menjadi salah satu rutinitas yang sangat kusuka.
Namanya adalah Yuanita Yui panggilannya Yui, dan dia seimut namanya. Dia adalah wanita dan dia sangat cantik bagiku, dengan tubuh mungilnya yang bahkan hanya setinggi leherku dan ditambah parasnya yang imut dengan rambut lurus sepundak serta hidung pesek dan bibir mungilnya membuatku terkadang suka mencuri-curi pandang kepadanya sejak dulu. Yahh..walaupun kita hanya teman, tapi disitulah sedikit keuntungannya haha, aku bisa melihatnya setiap hari.
Sebenarnya aku menginginkan hal yang lebih dari sekedar teman, karna sejujurnya aku menyukainya bahkan sejak kami menginjak bangku SMP. Tapi yah mau gimana lagi, aku yakin dia hanya menganggapku teman dekat yang kebetulan kenal lama saja.
Aku dan Yui sangat suka menjelajah alam, terutama daerah hutan yang rimbun serta berbukit bukit. Kesukaan kami kepada alam mulai sejak kami duduk di bangku SMP. Saat ini bahkan kita telah berencana dengan teman-teman yang lain untuk melakukan penjelajahan, namun kami belum memilih lokasi mana yang akan kita ambil nanti.
Setelah sampai di depan rumah Yui yang ternyata dia sudah menunggu di depan gerbang rumahnya. Melihatnya seketika itu aku kembali terpaku meski setiap hari melihatnya, memakai pakaian sekolah dengan baju putih SMA yang sangat cocok dengan tubuh mungilnya, ditambah dengan rok yang dia kenakan hanya satu jengkal di bawah lutut, membuatku nyaris tak bisa berkedip.
"Maaf membuatmu menunggu lama, lady," cetusku. Berusaha mencairkan otakku yang serasa membeku melihatnya.
"Enggak kok, malah aku pikir kamu yang nunggu lama, soalnya aku telat bangun tadi," jawabnya. Lalu dia mulai memakai helm, kemudian perlahan naik dan duduk dibangku belakang motorku dengan posisi duduknya yang menyamping. Tak lama setelah itupun aku menarik perlahan gass motor Honda Scoopy ku ini menuju sekolah.
Diperjalan menuju sekolah aku mulai menceritakan kepadanya hal aneh yang terjadi kepadaku selama beberapa hari ini, termasuk mimpi menakutkanku itu. Tapi dia beranggapan bahwa apa yang aku alami itu hanya kebetulan saja dan hanya sekedar perasaanku saja. Ya, tentu saja dia tidak akan percaya atas apa yang aku alami, dia orangnya skeptis sejak pertama kali aku mengenalnya. Sebagai teman dia menyuruhku untuk melupakannya dan mulai merencanakan apa yang kita dan teman-teman yang lain rencanakan untuk menjelah dan menentukan tempat yang tepat dimana.
Rencananya, setelah pulang sekolah nanti pada pukul 2:00 kami semua yang berjumlah 5 orang akan berkumpul bersama untuk mengatur daerah mana yang akan kita ambil saat liburan nanti yang hanya tinggal 6 hari lagi, dan tentunya persiapan ini harus sematang mungkin. Aku sungguh tidak sabar untuk bisa melihat alam lagi, dan melihat tempat-tempat yang belum pernah aku lihat sebelumnya di dalam hutan, dimana tumbuhan dan binatang di dalam sana tumbuh dengan bebas tanpa pernah tersentuh tangan-tangan perusak manusia.
Dan mengenai hal aneh yang aku alami selama beberapa hari ini, aku berusaha untuk melupakannya saat ini dan menganggapnya sebagai kebetulan saja meskipun beberapa jika di pikir-pikir sungguh tidak masuk akal.
Saat ini aku hanya harus fokus pada kegiatan sekolahku dan rencana penjelajahanku saja dan berharap jika hal-hal aneh itu tidak pernah kembali lagi. Terlebih beberapa minggu lagi aku akan berulang tahun yang ke-17 kalinya dan aku tidak mau ada hal aneh yang merusak momen sekali dalam seumur hidup ini.