Berawal dari itulah kisah sedih seorang Zahra dimulai. Saat itu kegiatan praktik Kimia sedang berlangsung. Pemilihan kelompok dimulai. Doni memilih Zahra dan beberapa temannya untuk dijadikan satu tim. Novi sebenarnya sudah berjalan kearah Doni, berharap dia akan dipilih sebagai kelompoknya karna selama ini sebelum akhirnya Doni mengenal Zahra, Doni selalu memilih Novi untuk dijakdikan anggota kelompoknya seperti tahun kemarin sebelum kenaikan kelas yang akhirnya menyatukan mereka bertiga. Sebelumnya Zahra berbeda kelas dengan Doni maupun Novi. Saat praktik Kimia sedang berlangsung, dalam keadaan emosi dengan api cemburu yang membara, Novi menyiram air keras ke Wajah Zahra yang cantik. Air keras itu mengenai mata indah Zahra dan dengan kondisi panik Zahra dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Sementara Novi dalam keadaan tangan yang gemetar mulai tertunduk lesu dan merbohkan tubuhnya ke sudut ruangan praktek tersebut. Beberapa kecaman melontar untuk dirinya. “perempuan jahat”, “perempuan iblis”, “nggak ada otak kau ya”. Sementara Novi sesekali mengelap air matanya sembari menyesali semua yang telah terjadi. Sejak saat itu Novi dibenci semua anak-anak disekolahnya, dan pada akhirnya dikeluarkan dari sekolah. Hanya Ibunya yang memeluknya meskipun sebenarnya juga menyesalkan apa yang telah putrinya lakukan.
Sementara itu, sangat disayangkan bahwa luka pada Wajah dan Mata Zahra amatlah parah. Akhirnya Zahra di bawa ke luar negeri untuk dilakukan operasi plastik. Syukurnya wajah Zahra masih bisa diselamatkan dengan biaya yang cukup fantastis. Namun sayangnya tidak dengan mata Zahra. Mata yang dulunya berbinar, indah mempesona, menyejukkan hati yang melihatnya kini tidak lagi dapat melihat. Yang paling dia sesalkan adalah dia tidak bisa lagi membaca kitab suci. Dia menangis sejadi-jadinya. Masih berharap tuhan menyembuhkan kedua matanya.