Setelah minum obat Aisyah langsung terlelap, mungkin karena efek obat, dan juga karena rasa pusing yang didera gadis itu. Sedangkan Raihan masih belum bisa memejamkan mata hingga sekarang, ia sibuk mengamati wajah cantik Aisyah yang kini terlihat pucat.
Perasaan bersalah yang bersarang di dalam hatinya kian membesar ketika ia melihat wajah itu. Aisyah tidak marah karena sikap kekanak-kanakannya waktu itu, tapi malah Aisyah lah yang meminta maaf. Padahal jelas sekali jika Aisyah tidak bersalah karena kejadian waktu itu.
Tangan Raihan terangkat, menyentuh kening Aisyah yang mulai berkeringat, sepertinya obat yang dokter berikan sudah mulai bereaksi.
"Engh.." Aisyah melenguh tidak nyaman, membuat Raihan reflek menarik kembali tangannya.
Aisyah bergerak gelisah dengan matanya yang masi