Reza masih berada di UGD. Tidak ada luka serius, dan sekarang pria itu belum juga sadarkan diri setelah diketahui jika pria itu ternyata mengonsumsi obat tidur. Zahra tadinya juga terkejut mendengar pernyataan dari dokter. Namun, ia mulai biasa setelah mengingat jika wanita tadi pun juga dalam kondisi tidak sadar sepenuhnya, alias mabuk.
Reza mengernyitkan keningnya ketika melihat Zahra berada di samping brankarnya, "Zahra?"
Zahra mengalihkan pandangannya pada Reza yang memanggilnya, "Iya pak? Bapak butuh apa? Apa perlu saya panggilkan dokter?" tanya Zahra berondong.
Reza menggelengkan kepalanya. Ia menyentuh kepalanya yang berdenyut nyeri, rasanya kepalanya seperti ingin pecah, benar-benar menyakitkan. Dan itu dapat dilihat oleh mata Zahra.
"Bapak kenapa? Ada yang sakit?" tanya Zahr