Aisyah sudah berada di depan pintu kamar lamanya. Ia menarik napas, lalu menghembuskannya, itulah yang Aisyah lakukan selama 2 menit ini. Ia meneguk salivanya, lalu perlahan tangannya terangkat untuk mengetuk pintu di depannya.
Tok! Tok! Tok!
"Aza! Kakak boleh masuk nggak?" tanya Aisyah sedikit berteriak.
Beberapa saat hening, Aisyah menghela napas. Sepertinya Aza memang harus menenangkan diri untuk sekarang, seperti yang Raihan ucapkan tadi. Saat Aisyah hendak pergi dari sana, terdengar suara balasan dari dalam,
"Masuk aja! Nggak dikunci!"
Senyuman Aisyah mengembang seketika. Ia menarik ke bawah gagang pintu itu, lalu sedikit mendorongnya, "Assalamualaikum Aza," ujar Aisyah setelah berhasil masuk ke dalam kamar itu.
Aza yang sedang duduk di atas kasur menolehkan kepalanya, "Waa