"Kriiing.....kriiiing," adalah suara bel sekolah yang menandakan istirahat di mulai.
Seorang remaja dengan headset di telinganya berjalan santai di koridor sekolah di sore hari. Remaja ini berdarah Cina, bernama Stanley. Penampilannya yang kurus dan tidak terlalu tinggi, mendapat julukan Shota jika siapa saja melihatnya. Matanya yang jernih berwarna abu-abu dengan kesan selalu bosan. Membuatnya sangat imut.
"Stan!..." panggil seseorang dari belakang.
Suaranya terdengar lebih dari satu orang. Dia menoleh kebelakang dan dia mendapatkan dua orang. Yang satu mirip dengan Stanley yang satu adalah pria yang lebih tinggi dengan rambut panjangnya menutupi sebagian mata kanannya.
Sobi Shui(*), dia sekelas dengan Stanley, karena dia adalah saudara kembar, kami sangat mirip, tapi gaya penampilannya berbeda dengan diriku. Stanley selalu menggunakan Headset kemanapun, sedangkan Sobi, dia hanya meletakkan headsetnya di lehernya.
Nama akhir mereka di beri sesuai huruf china tentang elemen. Stanley di beri nama "angin"(* 'feng') karna ibunya ingin dia tidak terkalahkan, dan selalu menang, dan wala dia mirip dengan seorang pacar perempuan selalu tidak terkalahkan?. Oh iya, Sobi diber nama akhir Shui (air), karna ibuku ingin dia menuruti apa perkataan ibu dan kakak²nya, wajar karna dia si bungsu di keluarga kami,
Dia juga pribadi santai, dan murah senyum. Berbeda dengan Stanley yang selalu bermuka datar, tanpa senyum dan malas. Tapi aku juga kadang mudah tersenyum saat moodku baik.
Nah, ini kakak mereka, Sang Pria Sempurna, Dito Dianli(**"listrik).
Aku sendiri juga bingung, kenapa ibunya memberinya nama akhir "listrik". Tapi menurutku, dia adalah kakak yang serba bisa. Selain itu, dia juga populer di sekolah
2 tahun dengan adik-adiknya. Juga wajah kami bertiga memang benar benar mirip. Jika kakak kami tidak menutupi mata sebelah kanannya
"Ada apa?"
"Nanti pulang sekolah ke toko alat tulis dulu ya? Pensil dan pulpen ku hilang lagi" jelas Sobi.( kehilangan alat tulis di sekolah adalah hal yang sangat wajar. Bagi kalian yang mempunyai kebiasaan mengambil tanpa permisi, sebaiknya hentikan itu).
***
Setelah pulang sekolah, mereka ke toko alat tulis sesuai ajak Sobi sebelumnya.
"Ngomong-ngomong, berapa uang yang kamu bawa?" Tanya Sobi ke saudaranya sambil cengar cengir.
"5000, Kenapa?"
"Pinjamkan 2000, kumohon! Uangku kurang soalnya!"
Stanley merogoh sakuku dan mengambil beberapa uang. Ada banyak warna merah dan biru, kuning 2 lembar, dan satu abu abu. Jika kalian bertanya bagaimana dia mendapat uang, mendapatkannya dengan kerja sampingan tentunya. Menjadi pelayan restoran, dan angpao dari amma(nenek)ku saat imlek.
Biasa, dia adalah orang yang pelit.?
"Sial!! Uangmu banyak sekali!" Ucap Sobi sambil melihatku dengan penuh harap.
"Ku berikan 5000 ini untukmu" Jawabnya sambil memberi uang itu secara paksa. Lagipula, kasihan juga jika melihat saudara kita miskin.
"Terimakasih banyak, Stan!" Ucap Sobi sambil merangkul dirinya.
Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang mereka. tiba-tiba saat berjalan, Stanley menemukan seekor kucing hitam misterius melompat ke tasnya yang sedang ku kenakan di punggungnya.
Kucing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil sesekali mengedipkan mata secara pelan ke arahku.
"Kucing? Darimana makhluk lucu ini datang?"
"Sepertinya dia ingin makan" batinnya.
Dia memberikan 2 ikan goreng di bungkus dari bekalnya.
Dia menggendongnya, lalu menurunkannya di dekat lampu penerangan jalan. Kuberi ikan goreng tadi dan ia tunggu hingga ikan itu habis. Tanpa ku sadari, sebentar lagi hari sudah benar-benar gelap. Dito mengajak mereka pulang, karena dia harus masak makan malam. Mereka hanya tinggal bertiga tanpa pengawas. Dito lah pengawas itu.
Mereka berlari pulang karena hari akan gelap. Tanpa sepengetahuan mereka, kucing itu mengikuti mereka hingga kerumah sambil menggigit ikan yang tadi Stanley berikan.
"Kenapa kucing ini mengikuti kami?" Batinku. Tapi kalau jika di lihat, dia imut juga.
"Kakak!!! Tolong bawa kucing ini masuk! Aku mau pelihara dia!" Teriaknya sambil berlari.
"Loh? Kau akan kemana?" Kata Sobi.
"Ke Toko hewan peliharaan!!"
Setelah dia membeli barang barang seperti kalung dengan bel, mangkuk khusus, dan wiskas untuk sebulan. Dia sudah resmi mengadopsi Kucing itu
•Seminggu kemudian•
Ada yang aneh dengan kucingnya.
Dia sudah di beri makanan dan dia makan, hanya saat Stanley memberinya makanan. Sedangkan saat saudara-saudaranya yang memberi makan, tidak di sentuh sama sekali. Bahkan tingkah lakunya bukan seperti kucing, mirip manusia. Seperti buang air di toilet, makan di meja?♂️,
Hal yang paling aneh, pernah sekali dia menulis "Qiang hao" di dinding saat Stanley iseng menanyai namanya
'Bodohnya diriku ini.'
Selain kucingnya, kejadian aneh juga sering terjadi setiap malam. Lumpuh tidur setiap malam. Suatu ketika dia melihat siluet pria sedang duduk di kursi meja belajar sambil menatap ke arahnya. Ketika dia berkedip tiba-tiba kucingnya Qiang Hao datang dan duduk di dadanya, menatapnya dengan mata birunya yang indah tentunya
"Ah! Kucing ini terlalu imut untuk di curigai UwU" pikirku.
Dia mengelus-elus kucingnya di pagi yang indah ini.
"AAAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGGGGGHHHH!!!!" Stanley berteriak ketika dia melihat ada sesosok hantu dengan kain kafan membungkus seluruh tubhnga dengan berwajah hangus dengan mata melotot. Reflek karena terkejut setengah pingsan tanpa sengaja ia mencolok matanya dengan dua jarinya. Dia dengar makhluk itu menjerit kesakitan lalu tiba-tiba menghilang seperti bayangan.
*endus endus*
"AAAAAAAARRRRRRRGGGGH SIAL!!!! Bau sekali!!!" Dia langsung pergi ke kamar mandi dan mencuci tangannya.
Namun, setelah ia cuci berkali-kali aromanya tidak sedikitpun hilang.
"Sepertinya air biasa tidak akan berpengaruh, mungkin dengan campuran garam bakalan berhasil." batinnya.
Saat sedamg mengambil toples garam di rak....
"AAAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGHHHHHHH!!!!" Sesuatu keluar dari rak dapur. Makhluk kotor dan mengerikan, lebih mengerikan dari hantu apapun. Jika terbang mampu merobohkan keberanian seseorang walaupun orang itu tidak takut apapun. Apalagi kalau bukan...
"KECOA B*NG*T!!!!!" Teriak Stanley.
Tanpa sengaja ia menyenggol toples garam hingga sebagian isinya tumpah.
Dengan kesal ia langsung membersihkannya dengan sapu 'kurasa' dan kembali ke kamar mandi.
Oh ya, semenjak kedatangan kucing itu, mulai saat itu ia dapat melihat hal hal yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa, apalagi jika bukan hantu, dedemit, dan jin.
*Skip*
"Stanley!" Suara pria memanggil.
"Siapa? Mau apa kau?
"Ini aku! Aku yang kamuu tolong waktu dulu" siluet pria jakung muncul, namun wajahnya masih buram. Kecuali tubuhnya yang berisi.
"Mau apa kau? Jangan mendekat!!"
Wajahnya semakin dekat dan bibir kami hampir bersentuhan dan...
"Hah!? Mimpi itu lagi!" Katanyasambil berusaha bergerak. Dan tubuhnya tak bisa bergerak atau biasa di sebut lumpuh tidur.
"Ah sial! Lagi?. Tapi, katanya jika seperti ini, ada hantu yang menejan kita?." Dia melirik kesampinh, dan di sana lah seorang pria bertubuh besar dan berotot sedang memeluk dan menindihnya. Karena kaget, membuat ranjangnya sedikit bergetar dan membuat pria itu terbangun.
"Si -si-siapa kau?"
"Uh? Huh? Bukankah aku sudah menjelaskannya di mimpi?" Suara seraknya khas orang bangun dari tidur dapat membuat kalian serangan jantung.
'Apa?!Mimpi?!'
"Hmmm, sepertinya aku belum memperkenalkan diriku saat di mimpi. Baiklah, namaku Qiang hao. Aku adalah kucing yang-"
Dengan niat aku mengangkat kedua tangan ku dan membaca ayat suci. Tapi, langsung di hentikan oleh hantu yang bernama Qiang hao itu.
"Apa yang kau lakukan? :v" Pria Qiang Hao menatapnya bingung.
"Mengusirmu!" Ucap Stanley dengan polos
"Hehe, tidak semudah itu" ucapnya sombong.
'Kenapa tidak berhasil'
"Yang kamu baca adalah doa makan? tentu saja tidak berhasil"
?♂️ Bodohnya diriku
"Jadi, apa yang kau inginkan?"
Baru saja melontarkan pertanyaan itu, Stanley langsung di tatap dengan aneh dan tajam oleh pria itu, maksudku pria yang bernama Qiang hao itu.
"Aku menginginkan dirimu!"? Wajahnya yang tampan semakin mendekat sehingga Stanley dapat merasakan bagaimana panasnya nafasnya dan mulutnya menyunggingkan senyumnya yang manis dan terkesan m***m itu.
"Mau kah kau menjadi kekasih-"
*Plak
Sebelum pria bernama Qiang hao mengucapkan sesuatu dan hampir mencium bibir perawan Stanley, dia sudah melemparnya dengan sandal dan tepat mengenai wajahnya?
"Aneh, bagaimana sandal ini bisa mengenaiku?" Ucapnya dengan sambil menggaruk tengkuknya yang sepertinya dibuat-buat. wajah tampannya terkena sandal sampai mebekas merah membuat Stanley merasa kasian.
"Kurasa, karena tadi sandalku kejatuhan setoples garam," Stanley menolak, "Tidak, ini adalah hukum antar alam!"
"Hah? Ada yang seperti itu?" Tanyanya.
Bagaimana? Hantu tidak tahu kelemahannya sendiri? Tapi masa bodo, yang penting Stanley sudah tau apa kelemahannya.
"Oh ya, tadi kau bilang kucing yang ku selamatkan. Kucing yang mana? Dan di mana?"
"Apakah kamu sudah melupakannya? Jadi begini....
*Flashback*
Seeorang bocah remaja berumur 14 tahun yang tidak lain adalah Stanley. Bersama Saudara-saudaranya, mereka berlibur ke Beijing.
Saat dia pulang dari supermarket. Ia melihat kucing hitam sekarat dan memberinya sedikit makanan yang di belinya tadi. (Wait, sekarat?)
Dan kucing itu tidak lain adalah Si supranatural Qiang Hao.
*Flashback End*
"Ingatkan?" Yakin Qiang Hao dengan puppy eyesnya yang berwarna biru.
"Hah" desahnya "iya aku ingat. Lalu..."
Tiba tiba saja bibirnya menyentuh bibir Stanley. Hanya sekilas dan itu berhasil membuat wajahnya merah merona.
*bibir anak emasku dah gk perawan sial!
"Mau kah kamu menjadi istri-"
*Bug
*plak
*dan suara gaduh lainnya?♂️
**Skip**
Ke esokannya, Stankey bangun dan mendapati hantu ini masih memeluk dirinya.
Tubuhnya yang hangat dan kekar, membuat jantung Stanley tak bisa berhenti berhenti berdebar.
Dia lepaskan tangannya yang memeluk tubuhnya dan cepat-cepat pergi menuju kamar mandi. Ngomong-ngomong sekarang sekitar jam 5 pagi dan Stanley harus menyiapkan sarapan.
Jika kalian bertanya bagaimana dengan saudara kembarku, mereka masih tidue dengan posisi absurd mereka masing-masing.
Ketika Stanley beranjak pergi dari kasur, dia di tarik kembali oleh si hantu lucknut ke pelukannya.
'Sebenarnya apa mau hantu ini?' Batinnya, sambil berusaha melepaskan diri dari pelukannya.
Hangat dan nyaman , hanya saja, agak tidak nyaman untuk jantungku. "
Belum terlepas? Takl ada cara lain selain menggigitnya. Ketika di gigit ,dia mengeluarkan...
"Aaahhh" mendesah ?
'b******n! Apa itu?' Terkejut tentunya, di gigit bukanya menjerit tapi mendesah. Sekilas dia lihat di selangkangannya, ada sesuatu yang nonjol. Lumayan besar. Bukan besar, INI RAKSASA JUMBO YANG SUPER BESAR!
Setelah 2 menit meluk dirinya, dia terbangun dan melonggarkan pelukannya.
"FengFeng, selamat pagi!" ucapnya. Jika kalian melihat ini. Aku yakin, senyumannya membuat seluruh orang yang melihatnya mencair.
"FengFeng Nenekmu!?!! Jangan sembarangan memanggil namaku, lepas!! Aku mau masak!"
"Ah! Memasakkan untukku?"
"Tak tahu malu!! Hantu tak bermoral!!! Aku akan masak untuk sarapan saudara-saudaraku yang kelaparan! Lihat!! Kembaranku!" Tunjuknya ke Sobi yang saat ini sedang menggigit bantal gulingnya. Hingga sebagiannya sudah basah akibat air liurnya. Euh!